VIVIA MEDIA — Rasa pahit yang menempel kuat di lidah membuat sambiloto mendapat julukan 'King of Bitters' atau Raja Pahit. Tanaman dengan nama ilmiah Andrographis paniculata ini ternyata bukan sekadar tanaman herbal yang digunakan secara turun-temurun.

Senyawa andrographolide menjadi salah satu komponen utama yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. Lantas, apa saja manfaat daun sambiloto yang perlu diketahui?

1. Membantu mendukung sistem imun

Sambiloto cukup populer untuk membantu meredakan gejala flu dan infeksi saluran pernapasan. Dilansir dari Jurnal Plos One pada 4 Agustus 2017 menganalisis 33 uji klinis dengan 7.175 peserta.

Hasilnya menunjukkan sambiloto berpotensi membantu memperbaiki gejala seperti batuk dan sakit tenggorokan, meski peneliti mengingatkan bahwa kualitas sejumlah penelitian masih beragam.

| Baca Juga: Mahar Pernikahan Pendakwah Kadam Sidik Jadi Sorotan Usai Kontroversi Ucapan 'Raja di Rumah'

2. Meredakan peradangan

Andrographolide memiliki aktivitas antiinflamasi sehingga menjadi salah satu alasan sambiloto banyak diteliti untuk kondisi yang berkaitan dengan peradangan.

Namun, hasil penelitian laboratorium dan hewan tidak otomatis berarti efek yang sama sudah terbukti pada manusia.

3. Membantu menurunkan demam

Dalam pengobatan tradisional, sambiloto telah lama digunakan untuk demam. Aktivitas antiinflamasinya juga menjadi salah satu mekanisme yang diteliti untuk menjelaskan potensi tersebut.

4. Mendukung kesehatan pencernaan

Sambiloto secara tradisional digunakan untuk sejumlah gangguan pencernaan, termasuk diare. Kandungan aktifnya juga memiliki aktivitas antimikroba yang membuat tanaman ini terus diteliti sebagai bagian dari pengobatan herbal.

| Baca Juga: Penuh Perhatian, Interaksi Hangat Meng Ziyi dan Ding Yuxi Bikin Netizen Baper

5. Berpotensi membantu menjaga gula darah

Penelitian mengenai sambiloto dan metabolisme menunjukkan adanya potensi terhadap pengaturan glukosa.

Salah satu penelitian klinis pada pasien diabetes tipe 2 bahkan menguji bubuk A. paniculata selama 12 minggu. Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menjadikannya pengganti obat diabetes.

6. Benarkah bisa membantu menurunkan tekanan darah?

Ada potensinya, tetapi jangan buru-buru menganggap sambiloto sebagai obat hipertensi.

Sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan ekstrak A. paniculata dapat menurunkan tekanan darah dan membantu relaksasi pembuluh darah. Review tentang tanaman antihipertensi juga mencatat temuan tersebut.

| Baca Juga: Peduli Hutan Kalimantan, Gading Marten 'Adopsi' Bayi Orangutan

Yang perlu digarisbawahi, bukti klinis khusus untuk mengobati hipertensi masih terbatas. Review tentang herbal antihipertensi bahkan mencatat bahwa penelitian klinis sambiloto untuk kondisi ini masih belum memadai.

7. Memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan

Selain andrographolide, sambiloto mengandung berbagai senyawa seperti flavonoid dan diterpenoid yang diteliti karena aktivitas antimikroba serta antioksidannya.

Potensi ini menjadi salah satu alasan tanaman tersebut masih banyak dikaji dalam penelitian modern.

Perlu diketahui, alami bukan berarti bebas risiko. Dilansir dari Pharmacoepidemiology and Drug Safety pada Juni 2021 menemukan efek samping serius sambiloto tergolong sangat jarang, tetapi efek samping nonserius, terutama gangguan pencernaan dan masalah kulit, tetap dapat terjadi.

Jadi, jika tujuannya untuk membantu mengontrol hipertensi, sambiloto sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan obat yang diresepkan dokter. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: