Demi Film 'Baby Udon', Denny Sumargo Belajar Bahasa Jepang Langsung dari Aktor Hiroaki Kato
VIVIA MEDIA — Denny Sumargo ternyata tidak sekadar menghafalkan dialog ketika memerankan Hajime Kondoh dalam film 'Baby Udon'. Aktor sekaligus produser berusia 45 tahun itu harus membiasakan lidahnya dengan bahasa Jepang, termasuk aksen dan gestur yang sesuai dengan sosok Hajime.
Tantangannya cukup berbeda dari peran yang pernah dimainkan Denny. Ia harus membuat dialog berbahasa Jepang terdengar natural, bukan sekadar benar secara pelafalan.
"Ada orang Jepang yang mendampingi langsung. Ibaratnya kursus tiap hari dan orang Jepang itu juga main di film ini," ujar Denny seusai rangkaian tur promosi 'Baby Udon' di Denpasar, Bali, Minggu (30/8/2026).
Belajar langsung dari sahabat Hajime
Sosok yang membantu Denny adalah Hiroaki Kato, aktor dan musisi asal Jepang yang sudah lama berkarier di Indonesia. Hiro juga dikenal sebagai presenter dan pengajar bahasa Indonesia.
| Baca Juga: Kisah Nyata Film ‘Baby Udon’: Perjalanan Cinta Emosional Bos Marugame Indonesia dengan Seorang Kasir
Namun, ada alasan yang membuat kehadiran Hiro terasa lebih penting untuk 'Baby Udon'. Ia merupakan sahabat mendiang Hajime Kondoh di kehidupan nyata. Hiro juga ikut menjadi bagian dari jajaran pemain film.
Bagi Denny, kedekatan tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena film itu memang mengambil kisah nyata Fanny Kondoh dan mendiang Hajime sebagai pijakan ceritanya.
"Jadi mereka itu beneran sahabat, makanya kami beruntung juga mereka bisa hadir di dalam film ini karena diangkat dari kisah nyata," kata Denny.
Dari kisah viral hingga layar bioskop
Kisah Fanny dan Hajime menarik perhatian publik setelah Fanny menceritakan perjalanan rumah tangganya melalui podcast bersama Denny Sumargo pada 2025.
| Baca Juga: Sambil Menangis, Denny Sumargo Ungkap 'Warisan' Untuk Anak
Film 'Baby Udon' kemudian mengolah kisah tersebut menjadi drama tentang pasangan Indonesia-Jepang yang berjuang membangun keluarga.
Ceritanya juga menyentuh perjuangan mereka mendapatkan buah hati ketika kondisi Hajime berubah setelah didiagnosis kanker. Film itu disutradarai Fajar Bustomi dan ditulis Oka Aurora.
1 2







