VIVIA MEDIA — Menyantap shabu-shabu atau sukiyaki terlihat sederhana: celupkan daging ke kuah panas, tunggu matang, lalu santap. Namun, justru di balik proses sederhana itu banyak orang melakukan kesalahan.

Daging yang seharusnya lembut dan juicy malah menjadi alot hanya karena dibiarkan terlalu lama di dalam kuah.

Head Chef Gokuniku, Andhika Bayu, menegaskan bahwa durasi memasak adalah kunci utama menjaga tekstur daging.

"Yang paling penting itu waktu memasaknya, jangan terlalu lama," ujarnya di Gokuniku Jakarta, belum lama ini. Menurutnya, irisan daging shabu-shabu maupun sukiyaki cukup dicelupkan ke kuah mendidih selama 5-7 detik saja.

| Baca Juga: Jalani Diet Tak Biasa, Miranda Kerr Pilih Daging Rusa dan Bison sebagai Sumber Protein

Waktu sesingkat itu memang terkesan kurang meyakinkan, tetapi justru sesuai dengan karakter daging yang diiris tipis. Jika dimasak melebihi waktu tersebut, serat daging akan mengencang dan teksturnya berubah keras.

Karena itu, daging sebaiknya dimasak sedikit demi sedikit, tidak sekaligus dalam jumlah besar. Ambil satu atau beberapa lembar, celupkan ke kuah mendidih, lalu segera angkat setelah mencapai kematangan yang diinginkan.

Cara ini juga membantu menjaga suhu kuah agar tidak turun drastis akibat terlalu banyak bahan yang dimasukkan bersamaan.

Sebelum sampai ke tahap memasak, pemilihan daging juga menentukan hasil akhir. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah marbling, yaitu sebaran lemak di antara serat daging yang memberi rasa gurih sekaligus tekstur juicy.

| Baca Juga: Sering Jadi Lalapan, Ini 5 Manfaat Leunca untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Namun, marbling tinggi bukan berarti otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang; tingkat lemak sebaiknya disesuaikan dengan selera dan jenis hidangan.

Rib-eye misalnya, memiliki marbling lebih tinggi sehingga cocok bagi penggemar rasa lemak yang kaya. Sebaliknya, tenderloin memiliki kadar lemak lebih rendah dan lebih pas untuk yang menyukai rasa daging ringan.

1 2

Tags: