Ada pula potongan seperti chuck tender yang lebih sesuai untuk sajian berkuah. Untuk daging premium seperti Japanese Wagyu A5, marbling biasanya menjadi karakter paling menonjol, dengan Miyazaki, Kagoshima, dan Hida sebagai daerah penghasil wagyu yang dikenal luas.

Meski begitu, asal daging bukan satu-satunya indikator; kesegaran, warna, aroma, dan cara penyimpanan sebelum dimasak sama pentingnya.

| Baca Juga: Bukan Salad, Benny Blanco Justru Makan Pizza 5 Hari untuk Turunkan Berat Badan

Selain teknik dan pemilihan daging, karakter kuah juga memengaruhi hasil akhir hidangan. Shabu-shabu umumnya memakai kuah yang lebih ringan sehingga rasa alami daging lebih dominan, sementara sukiyaki memiliki kuah dengan rasa manis dan gurih yang lebih kuat sehingga daging menyerap karakter kuah tersebut.

Perbedaan ini membuat pilihan daging bisa disesuaikan: daging bermarbling tinggi lebih cocok berpadu dengan kuah sukiyaki, sementara potongan berlemak rendah lebih pas dengan kuah shabu-shabu yang ringan.

Urutan memasak turut memengaruhi hasil akhir. Sayuran dan bahan yang butuh waktu lebih lama sebaiknya dimasukkan lebih dulu.

Setelah kuah kembali mendidih dan bahan mulai matang, barulah irisan daging dicelupkan menjelang disantap agar tidak perlu menunggu lama di dalam kuah dan teksturnya lebih mudah dikontrol.

| Baca Juga: Ajari Pola Hidup Sederhana, Tya Ariestya dan Suami Dukung Anaknya Belajar Berdagang

Satu hal yang sering terlewat adalah sisa kuah setelah daging dan sayuran habis disantap. Pada sukiyaki, kuah yang telah menyerap rasa daging dan sayuran masih bisa dimanfaatkan, misalnya diolah menjadi cheese risotto dengan memasak nasi di dalamnya lalu memadukannya dengan keju hingga creamy dan gurih.

Pada akhirnya, kelezatan shabu-shabu dan sukiyaki bukan sekadar soal mencelupkan daging ke kuah panas. Ada proses memilih potongan yang tepat, memahami karakter lemak, mengatur suhu, hingga menentukan waktu memasak.

Namun satu hal sederhana tetap menjadi penentu utama: tahu kapan harus mengangkat daging dari kuah, sebelum teksturnya berubah dari lembut menjadi keras. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: