"Ada poin-poin yang berubah, saya belum dapat sampaikan, kami menunggu," kata Chris.

Chris menyebut bahwa sudah terhitung delapan bulan lamanya Ruben Onsu tidak memberikan nafkah untuk anak-anaknya. Selama itu pula, Sarwendah yang mengambil alih tanggung jawab tersebut.

| Baca Juga: Diminta Audit Biaya Nafkah Anak, Sarwendah Siap Tuntut Audit Kesehatan Ruben Onsu

"Jadi biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan semua dibayar oleh klien kami, tidak lagi oleh klien Bang Minola. Karena Bang Minola juga bilang ya kan, kalau memang mau kita bayarkan ya ketemuin dulu anak. Jadi ya mungkin karena belum bisa ketemu anak, dia belum bayarkan, mungkin seperti itu ya," ujar Chris.

Di sisi lain, Sarwendah juga tetap pada sikapnya untuk belum memberi kesempatan Ruben bertemu anak-anak. Hal itu terkait dengan kondisi kesehatan Ruben.

Di sisi lain, Sarwendah juga prihatin dengan Ruben karena sempat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan investasi. Meski persoalan itu sudah selesai lewat jalur mediasi, Sarwendah khawatir hal itu mempengaruhi kondisi mental anak-anak.

"Jangan ada yang mengatakan ia senang. Wendah bersyukur Ruben sudah bisa menyelesaikan permasalahan di Polres (Jakarta) Selatan dengan sebaik-baiknya, dengan perdamaian. Semoga ke depan bisa lebih kondusif. Saya juga. Tapi mungkin belum ada SP3 ya, baru ada perdamaian. Mungkin selanjutnya SP3 ya, itu luar biasalah, baik ya," ucap Chris.

| Baca Juga: Ruben Onsu Capai Kata Damai dengan Pelapor Terkait Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Chris dalam kesempatan itu juga meluruskan isu miring terhadap kliennya. Salah satunya isu Sarwendah melakukan ritual pesugihan di Gunung Kawi yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Chris berharap framing negatif itu dihentikan karena tidak sesuai dengan fakta.

"Saya mau luruskan sekarang ini bahwa pesugihan itu, Gunung Kawi itu, itu adalah programnya Ruben dan Samuel Onsu, ya. Ruben dan Samuel Onsu ada tim yang berangkat ke sana, lalu buat konten, ya. Tetapi tidak ada klarifikasi dengan jelas dari pihak mereka bahwa itu adalah kontennya mereka juga gitu," ujarnya.

"Akhirnya semua masyarakat Indonesia membully seakan-akan klien kami ini pesugihan. Itu kan menurut saya enggak paslah, janganlah gitu, ya," sesal Chris.

1 2 3

Tags: