Keluar dari Zona Nyaman, Ruth Sahanaya Jajal City Pop dan Latin di Album 'Merindu'
VIVIA MEDIA — Empat dekade berkarya tak membuat Ruth Sahanaya berhenti bereksperimen. Di usianya yang genap 60 tahun pada September 2026 ini, diva pop legendaris yang akrab disapa Mama Uthe justru memilih menantang dirinya sendiri di album 'Merindu', karya terbarunya.
Ruth Sahanaya menjajaki warna musik baru yang jauh dari citra balada melankolis yang selama ini melekat padanya.
"Sebenarnya album ini juga lebih kepada tantangan buat aku. Bagaimana aku dengan usia seperti sekarang ini dan rentang waktu 40 tahun berkarya masih mampu memberikan warna musik yang bisa disenangi oleh semua generasi, semua orang, dan semua usia," jelas pelantun Kaulah Segalanya itu.
Tantangan tersebut ia jawab lewat mini album atau Extended Play (EP) terbarunya bertajuk Merindu, yang diperkenalkan dalam sebuah acara hangat di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).
| Baca Juga: Yura Yunita Rilis 'Pertiwi', Lagu tentang Keberanian untuk Berani Bersuara
Berbeda dari karya-karya sebelumnya, kali ini Mama Uthe, sapaan akrabnya, berani menyentuh nuansa city pop yang lembut hingga irama dansa bergaya Latin yang catchy, sebuah langkah yang cukup mengejutkan bagi penyanyi yang selama ini identik dengan kekuatan vokal tinggi dan lirik yang menguras emosi.
Meski merambah genre yang lebih segar dan kekinian, Ruth menegaskan karakter vokal khasnya tidak ditinggalkan begitu saja.
"Lagu-lagu di mini album ini tetap dengan karakterku, tetapi juga kekinian. Saya ingin EP ini menjadi ruang bagi saya untuk bereksplorasi, mencoba warna-warna musik baru yang belum pernah saya jajaki sebelumnya, tapi tetap dengan cerita dan perasaan yang jujur dari saya," tambahnya.
Perilisan Merindu ini sekaligus menjadi comeback penting bagi Ruth setelah delapan tahun vakum dari album solo sejak Rinduku pada 2018. Momentumnya pun terasa istimewa karena bertepatan dengan hari lahirnya yang jatuh pada 1 September 1966.
| Baca Juga: Kirribilly Bikin Penggemar The Beatles di Liverpool Bernyanyi Bersama
Baginya, karya baru ini menjadi kado ulang tahun yang paling bermakna.
"Di umurku yang sudah 60 tahun, ini (mini album Merindu) sangat berarti buatku. Ini juga sebagai kado ulang tahunku. Kemudian saya juga sudah 8 tahun tak mengeluarkan album, rasanya sudah rindu sekali untuk bisa melahirkan karya baru," tutur Mama Uthe dengan senyum khasnya.
Proses eksplorasi musikal ini turut melibatkan sejumlah talenta muda seperti Kamga Mo, Bowo Soulmate, dan Kelvin Joshua, yang membantu meracik enam lagu dalam EP tersebut.
Dua di antaranya, Sebaris Lirik Cinta dan Pelangi, sudah dirilis lebih dulu sebagai single, sementara empat lagu baru lainnya, yakni Pagi, Aku Tak Sanggup, Terserah Kamu, dan Aku Merindu yang menjadi lagu utama, disiapkan khusus untuk melengkapi kejutan bagi para penggemar.
| Baca Juga: Lulu Mudita Bawa Rasa Takut Jatuh Cinta Lewat Single 'Apakah Kamu Orangnya?'
Suami sekaligus produser eksekutif Ruth, Jeffry Waworuntu, turut memberi dukungan penuh atas keberanian sang istri mengeksplorasi genre baru ini.
"Mama Uthe selalu bisa menginterpretasikan lagu dengan baik. Ini jadi pembuktian Mama Uthe masih bisa terus berkarya sampai Tuhan memanggil. Semoga album ini bisa viral," ungkap Jeffry penuh kebanggaan.
Sebagai bentuk perayaan atas pencapaian ini, EP Merindu juga akan hadir dalam format fisik terbatas berupa piringan hitam bagi para kolektor, dilengkapi rangkaian konten Live Session yang akan tayang bertahap di kanal YouTube pribadi Ruth.
Seluruh lagu dalam mini album ini dapat dinikmati di berbagai platform streaming musik digital mulai 4 September 2026, menandai babak baru eksplorasi musikal sang diva pop Indonesia di usia emasnya. (*)






