Ardina Rasti Tak Ingin Kecolongan Mendampingi Masa Golden Age Anak
Sementara, bagi Rasti, semua pembicaraan mengenai nutrisi tersebut kembali pada satu tujuan. Yakni perkembangan otak anak.
"Yang paling penting dari anak adalah perkembangan anak. Perkembangan otaknya," katanya.
| Baca Juga: Tak Harus Mahal, Begini Cara Cerdas Memilih Barang Premium di E-Commerce
Ketika merasa kebutuhan nutrisi belum sepenuhnya terpenuhi lewat makanan sehari-hari, ia mencari cara lain untuk melengkapinya, sebab baginya sesuatu yang penting tidak boleh baru disadari setelah anak melewati fase pertumbuhannya.
Perhatian Rasti terhadap kesehatan anak juga lahir dari sisi emosional keseharian orang tua. "Ibu mana yang nggak sedih kalau anaknya sakit?" ujar istri dari Arie Dwi Andhika itu.
Dr. Leonirma dalam hal ini mengingatkan bahwa perkembangan otak tidak dibangun oleh satu nutrisi saja.
"Tidak ada satu nutrisi tunggal yang bisa kerja sendiri. Dia butuh kolaborasi, kerja sama yang berbeda nutrisi," jelasnya.
| Baca Juga: Tak Sekadar Murah, Ini Pertimbangan Tasya Kamila Saat Memilih Produk untuk Keluarga
Ia menyoroti kolin sebagai nutrisi yang masih jarang diperhatikan meski banyak ditemukan pada hati sapi, hati ayam, kuning telur, dan susu.
Ia juga menganalogikan DHA dan omega-6 sebagai hardware yang harus kuat, omega-3 sebagai penjaga sistem agar bekerja optimal, dan kolin sebagai sinyal yang memungkinkan semuanya saling berkomunikasi.
Dr. Leonirma menegaskan pentingnya memantau grafik pertumbuhan anak secara berkala, bukan hanya angka berat atau tinggi badan sesaat, melainkan polanya dari bulan ke bulan.
"Kalau anak kita sudah stunting, sebenarnya sudah terlambat. Yang harus kita perhatikan adalah waktu masih di masa pertumbuhan, gerak-geraknya ini optimal atau tidak," ujarnya.







