Museum Duka’ juga menandai pengalaman pertama YB bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia sekaligus berkolaborasi dengan sebuah band. Karakter vokalnya menghadirkan warna baru bagi musik For Revenge, sementara permainan drum Tepe memperkuat perpaduan ketiga karakter tersebut.

Melalui lagu ini, for Revenge, YB, dan Tepe tidak mengajak pendengar untuk melupakan kehilangan, melainkan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan hidup.

“Duka bukan tentang melupakan, melainkan tentang belajar melepaskan tanpa harus berhenti mengenang,” tutup Boniex. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: