VIVIA MEDIA — Kekayaan musik dan budaya Indonesia Timur ditampilkan dalam Snada Indonesia 2026. Mengusung tema Suara dan Nada dari Indonesia Timur, konser ini menghadirkan sejumlah nama besar dari industri musik Tanah Air.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Anggun yang dikenal sebagai diva internasional. Apalagi, Anggun terbilang jarang tampil di panggung Indonesia.

"Show-nya Mbak Anggun di Indonesia ini mungkin bisa dihitung dengan jari ya dalam satu tahun. Jadi memang ini suatu hal yang spesial akhirnya berhasil mengundang Mbak Anggun," ungkap Andri Verraning Ayu, CEO Antara Suara, saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Tantangan Waktu Paris–Jakarta dan Kolaborasi Rumah Orkestra Jogja

Menghadirkan Anggun yang berdomisili di Paris, Prancis, diakui Ayu membutuhkan koordinasi ekstra, terutama terkait perbedaan zona waktu kedua negara. Kendati demikian, proses persiapan berjalan lancar karena komitmen Anggun.

| Baca Juga: Perankan Ibu-Anak, Anggun C Sasmi dan Agnez Mo Curi Perhatian di 'Reacher' Season 4

"Sebenarnya Mbak Anggun sudah bolak-balik Indonesia–Paris gitu, tapi memang lebih banyak di sana. Jadi ketika awal kita tektokan itu lumayan panjang, karena ada perbedaan waktu kan, di sana jam berapa, di sini jam berapa. Jadi memang komunikasi kita itu agak susah di perbedaan waktu itu," tutur Ayu.

Beruntung, Anggun kerap berada di Indonesia menjelang konser, sehingga jadwal latihan dan persiapan dapat dimatangkan secara langsung.

"Karena beliau sering berada di Indonesia, maka untuk latihan dan lain-lain, itu memang pas beliaunya ada di Indonesia. Hopefully sih maksimal ya, karena dia akan berkolaborasi sama Rumah Orkestra Jogja," terangnya.

Bawakan 10 Lagu, Anggun Bakal Tampil 1 Jam Penuh

Secara teknis, materi aransemen musik termasuk yang berasal dari Rumah Orkestra Jogja telah dikirimkan terlebih dahulu ke Paris agar Anggun dapat mempelajarinya lebih awal.

| Baca Juga: Hikayat Srikandi Nusantara: Ketika Perempuan Menjadi Sumber Perajut Keberagaman Indonesia

"Jadi memang dari awal ketika ngobrol sama Mbak Anggun, kita sudah tentukan kapan saja kita harus latihan dan juga nanti GR (General Rehearsal). Jadi ketika sampai di Indonesia, dia sudah prepare, tinggal latihan bareng saja," sambung Ayu.

Ayu mengungkapkan bahwa penampilan Anggun bukan sekadar penampilan singkat. Pelantun lagu Mimpi ini akan tampil selama satu jam yang dipadukan dengan tarian teatrikal.

"Sebenarnya akan tampil kurang lebih 45 menit sampai 1 jam, nanti digabung juga dengan tarian-tarian dan yang lain-lain gitu, karena kan line-up kita lumayan banyak ya," paparnya.

Terkait repertoar lagu yang akan dibawakan, Ayu memperkirakan Anggun akan menyanyikan hingga sepuluh lagu.

Penyelenggara Snada Indonesia 2026
Bernadus Wijaya, Bernard Permadi, Andri Verraning Ayu, Kurnia Nugraha selaku penyelenggara Snada Indonesia 2026. Foto: Agnes

"Kurang lebih mungkin ya, ini pasti bisa lebih mungkin 8 sampai 10 lagu, kurang lebih begitu," ujar Ayu.

Pendekatan Setahun hingga Riders Masuk Akal

Proses mengajak Anggun ternyata memakan waktu yang cukup panjang. Promotor sempat mengupayakan kehadirannya sejak tahun lalu, namun baru terealisasi tahun ini akibat padatnya agenda sang penyanyi.

"Dan ini sudah diobrolkan dari awal sebelum kita announcement, memang benar-benar sudah 6 bulan sebelumnya. Alhamdulillah untuk jadwalnya akhirnya match," ungkap Ayu.

Menariknya, meski menyandang status diva berkelas dunia, Anggun sama sekali tidak mengajukan permintaan teknis maupun non-teknis (riders) yang merepotkan pihak penyelenggara.

| Baca Juga: Keluar dari Zona Nyaman, Ruth Sahanaya Jajal City Pop dan Latin di Album 'Merindu'

"Aman sih, alhamdulillah maksudnya nggak ada riders yang aneh-aneh sama sekali. Benar-benar kita sediakan (provide) sesuai dengan kebutuhannya saja," ucap Ayu.

Ketika ditanya mengenai adanya permintaan khusus, Ayu menegaskan bahwa Anggun adalah sosok profesional yang sangat sederhana di belakang panggung.

"Apa ya? Nggak ada sih. Benar-benar cuma yang penting disediain semua akomodasinya, habis itu kebutuhan di belakang panggung, hanya itu saja sih. Alhamdulillah kebutuhan belakang panggung cuma lebih ke refreshment, snack, dan lain-lain aja gitu," ungkap Ayu.

Kolaborasi Musisi Indonesia Timur dan Penyanyi Nasional

Snada Indonesia 2026 akan digelar di Istora Senayan, Jakarta pada 10 Oktober 2026. Acara ini diselenggarakan Oppal bersama Antara Suara sebagai event partner. Pagelaran ini diharmonisasikan dengan musik orkestra dari Rumah Orkestra Jogja, serta kolaborasi dengan team Roro, grup seni pertunjukan dan tari kontemporer asal Indonesia yang didirikan oleh Ronald Soe.

| Baca Juga: Lee Know Stray Kids Donasikan Rp1,2 Miliar untuk Bantu Anak dan Keluarga Korban Banjir Nepal

Sejumlah musisi ternama dari Indonesia Timur hingga tingkat nasional dan internasional akan ikut tampil. Beberapa di antaranya adalah Moluccan Soul, Fresly Nikijuluw, Andmesh, Anggun, dan Dewa 19.

"Kalau ngomongin tentang Dewa 19, yang kita announce sekarang memang lebih ke vokalisnya. Itu enggak cuman ada satu atau dua, tapi kita bawa empat," kata Ayu.

Empat vokalis yang dimaksud adalah Ari Lasso, Virzha, dan Ello. Mereka akan tampil bersama drummer legendaris Dewa 19, Tyo Nugros, yang juga begitu populer di kalangan fans.

Tak hanya musisinya, konsep panggung juga dibuat dengan nuansa Indonesia Timur. Panggung konser tersebut terinspirasi dari rumah adat Sumba.

Gabungkan Hiburan dan Misi Sosial

Selain menghadirkan hiburan, Snada Indonesia 2026 juga membawa misi sosial. Sebagian hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk merenovasi SDN 01 Lengko Munting di Kabupaten Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

| Baca Juga: Ariana Grande Ubah Lirik ‘Thank U, Next’, Isyaratkan Ricky Alvarez Jadi Cinta Terakhir

Founder sekaligus CEO Oppal dan Snada Indonesia, Bernard Permadi, menjelaskan keputusan ini diambil setelah dirinya bersama tim Sucor Sekuritas melakukan survei langsung ke lokasi pada 28 Juli lalu. Ia memaparkan kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan segera.

"Kami melakukan screening sebelum berkunjung ke sana. Perjalanannya sangat menantang, memakan waktu hingga 8 jam dari Labuan Bajo dengan kondisi jalan yang rusak parah. Di sana juga belum ada aliran listrik," ungkap Bernard.

Meski terkendala akses dan fasilitas, Bernard mengaku tersentuh melihat semangat belajar anak-anak di SDN 01 Lengko Munting. Hal inilah yang mendorong Snada Indonesia untuk menjadikan program renovasi ini sebagai fokus utama tanggung jawab sosial mereka. (*)

1 2 3 4 SHOW ALL

Tags: