Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Masyarakat Diminta Menjauh

Masyarakat yang tinggal atau berwisata di sekitar Gunung Anak Krakatau diminta menjauh dan tidak melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari kawasan gunung.

Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

| Baca Juga: Pasien Meninggal Usai Curhat Tunggu 8 Jam di RS, Komentar Diduga Nakes Tuai Kecaman Netizen

Sementara untuk masyarakat di sekitar wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung dapat melakukan kegiatan seperti biasa. Namun, tetap selalu memantau dan mengikuti arahan dari BPBD setempat.

Sejarah Kelam Gunung Krakatau

Perasaan cemas masyarakat terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dimaklumi karena gunung tersebut menyimpan sejumlah sejarah kelam.

Pada 1883, Gunung Krakatau purba mengalami letusan dahsyat yang menewaskan lebih dari 36 ribu jiwa. Suara letusannya bahkan terdengar sampai 4.600 kilometer dari pusat letusan.

Setelah perisitiwa tersebut, muncul gunung baru yang lahir dari sisa letusan yang diberi nama Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau pernah mengalami erupsi hebat pada 22 Desember 2018 yang menyebabkan longsoran lereng bawah laut, lalu memicu tsunami di pesisir Banten dan Lampung. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: