Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Industri perfilman Indonesia menghadirkan pilihan tontonan keluarga lewat film musikal anak Iyus Jenius. Film produksi Creator Media bersama Maxstream TV Studios, Serujuga Film Studio, dan Frontline Pictures ini tak hanya menawarkan cerita untuk anak-anak.

Film arahan sutradara Achmad Romie ini juga membawa misi untuk menghidupkan kembali lagu-lagu legendaris karya Papa T Bob, yang telah menemani masa kecil sejumlah generasi di Indonesia.

Babah T Bob berharap anak-anak masa kini dapat mengenal lagu-lagu yang dahulu menemani masa kecil orang tua mereka.

"Pertama kita pengen orang aware dulu bahwa ada Papa T. Bob, pencipta lagu legendaris anak yang sudah diakui oleh Indonesia," kata Babah saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026).

| Baca Juga: Iyus Jenius Tunggu Tiga Tahun Demi Tayang, FFW 2026 Soroti Minimnya Ruang Film Anak

Putra mendiang Papa T Bob ini tidak hanya terlibat di balik layar, tetapi juga turut berakting di depan kamera.

"Enggak ada lagi yang cocok menjadi orang gendut seperti aku untuk jadi jin yang datang tiba-tiba. Memang dari awal konsepnya kayak gitu," ungkap Babah T Bob sembari tertawa.

Kurasi Ratusan Lagu agar Sesuai Cerita

Meskipun menggunakan lagu-lagu lama yang sangat populer, Babah menegaskan bahwa musik dalam film ini telah dipoles sedemikian rupa agar terdengar modern tanpa menghilangkan nyawa aslinya.

Dari ratusan lagu ciptaan Papa T Bob, tim produksi harus melakukan kurasi ketat untuk memilih mana yang paling relevan dengan alur cerita.

| Baca Juga: Debut Sutradara Horor, Dimas Anggara Garap 'Aplikasi Iblis' yang Angkat Teror dari Teknologi

"Kita pilih yang ada relevansinya untuk di film ini. Misalnya kayak Diobok-obok, Jangan Marah, kayak Aku Takut Mamaku Marah. Banyak yang anak-anak zaman sekarang takut dimarahin karena dia tidak belajar," tuturnya.

Secara total, film ini menghadirkan tujuh lagu lama Papa T Bob dan dua lagu baru. Penambahan lagu baru tersebut karena lagu-lagu lama Papa T Bob mayoritas bernuansa ceria, sementara film ini membutuhkan kedalaman emosi untuk adegan drama.

"Dua lagu baru itu merepresentasikan tentang kesedihan. Karena rata-rata kan lagu Papa T Bob enggak ada yang sedih, selalu edukasi dan riang. Nah karena di film ini dibutuhkan drama dan segala macam, kita harus selipkan dua lagu baru," jelasnya lagi.

Perombakan Visual demi Sentuhan Imut dan 'Whimsical'

Disisi lain, produser film Iyus Jenius, Gandhi Fernando, mengungkapkan bahwa proses produksi film ini sebenarnya sudah rampung sejak setahun yang lalu.

Namun, antrean jadwal tayang di bioskop yang sangat padat, membuat film ini harus menunggu lama. Dibutuhkan waktu tiga tahun hingga akhirnya film ini mendapatkan kepastian jadwal tayang di bioskop pada 10 September 2026.

"Sebenarnya filmnya sudah selesai dari tahun lalu, kita syuting di 2023. Terus proses editingnya itu makan kurang lebih hampir satu tahun karena kita ada perombakan dari lagu, dari color grading, sampai CGI," jelas Gandhi Fernando.

Ia menjelaskan bahwa setelah proses pasca produksi selesai, pihak rumah produksi segera mengajukan jadwal ke pihak bioskop. Namun, realitanya tidak semudah yang dibayangkan.

"Lalu film itu kita submit ke bioskop untuk minta tanggal di bulan Agustus 2024. Jadi kita sebenarnya dua tahun itu nunggu saja gitu, filmnya sudah selesai tidak bisa kita apa-apain lagi. Karena memang sekarang film Indonesia banyak jadinya antreannya panjang," tambah Gandhi.

| Baca Juga: Banjir Kritik Netizen Soal Perannya di Film DOTS, Reza Rahadian Akhirnya Buka Suara

Selain kendala distribusi, durasi pengerjaan film yang memakan waktu lama juga disebabkan oleh adanya perubahan visi artistik pada tahap editing. Gandhi menyebutkan bahwa pada awalnya, potongan pertama film ini sama sekali tidak menggunakan efek visual CGI.

"Waktu itu editan cut pertama tidak ada CGI sama sekali, and then aku memberikan masukan kayaknya bagusnya ada banyak pernak-pernik gambar-gambar dan kartun-kartunnya.Kayaknya lebih lucu dan lebih whimsical buat anak-anak," jelas Gandhi.

Perjuangan Iyus Melawan Trauma dan Perundungan

Salah satu daya tarik Iyus Jenius adalah keberadaan para pemain muda yang sebagian besar masih relatif baru di layar lebar. Saat syuting berlangsung, sebagian pemain masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kini, mereka sudah beranjak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kevin Abadio dipercaya menjadi pemeran utama sebagai Iyus. Ia mengaku saat syuting dirinya masih duduk di kelas 1 SMP. Kini ia sudah menjadi siswa kelas 1 SMA. Kevin mendapatkan peran setelah mengikuti proses casting.

| Baca Juga: Bikin Was-Was, Ali Fikry Nekat Selebrasi Gol dengan Koprol di Film ‘Bapakmu Kiper’

"Awal aku masuk di Iyus Jenius ini adalah ketika ada kesempatan casting buat film dan aku ambil dan alhamdulillahnya aku dapat," katanya.

Ia juga harus mengikuti sejumlah tes, termasuk kemampuan menari.

"Waktu itu juga memang ada beberapa tes dance dan ternyata itu cukup buat aku masuk di sini," ujar Kevin.

Iyus Jenius mengangkat kisah tentang seorang bocah berusia 10 tahun bernama Iyus (Kevin Abadio). Hidup Iyus berubah drastis setelah ayahnya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis.

| Baca Juga: Pengabdi Setan 3 Resmi Masuk Produksi, Bawa Kisah ke Asal Usul Misteri

Kehilangan figur pelindung membuat Iyus kehilangan semangat belajar dan rasa percaya dirinya. Iyus tumbuh menjadi anak yang pemurung dan pendiam, yang berakibat pada.merosotnya prestasi akademis serta kerentanan terhadap aksi perundungan (bullying) di sekolahnya.

Di tengah titik terendah hidupnya, muncul sosok Babah T Bob yang membantu Iyus menemukan kembali keceriaannya. Melalui kekuatan imajinasi, musik, dan persahabatan, Iyus perlahan bangkit untuk menghadapi tantangan hidupnya kembali.

Film ini dibintangi Kevin Abadio sebagai Iyus, Babah T Bob sebagai Babah T Bob, Wichita Satari sebagai Mina, Brian Mahesa sebagai Babah Hartono, Adnan Djani sebagai Kepala Sekolah, Fernando Hany Putra sebagai Ucok, Jonathan Alvaro sebagai Ade, Rasendrya Adwa Syah Putra sebagai Koko Papitok, Mireille Grimonia sebagai Gadis. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: