Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Jurnalis dan Awak yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Tim Gabungan melanjutkan Operasi SAR memperluas area pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di Gunung Anak Krakatau. Speedboat yang ditumpangi mereka dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat tengah melakukan peliputan terkait dampak letusan gunung tersebut.
Pencarian korban hilang kontak 5 Jurnalis yakni, M Bagus Khoirunnas ( Antara), Ari Basuki (Merdeka) Yudistiro Pranoto ( Inews), Firman Daus (Anadolu) dan Donal Husni (jurnalis Freelance), serta Warta (kapten kapal), Sukarman (ABK) dan Heriyanto sebagai pemandu, belum menemukan titik terang.
Pada Operasi SAR H.4, area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi. Pencarian mencakup wilayah perairan yang lebih luas di sekitar Selat Sunda dengan melibatkan sejumlah kapal dan sarana SAR.
Sejumlah alut yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, hingga TB Gunung Santri. Operasi juga diperkuat dengan dukungan dua unit drone thermal serta berbagai sarana darat dan pendukung lainnya.
| Baca Juga: Keluarga Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau Tunggu Kabar di Posko Pantai Marina Carita
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S. Sos., mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya dan perkembangan situasi di lapangan.
“Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad.
Operasi melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, Potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.
Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5–2,5 meter.
| Baca Juga: Donald Trump 'Ngompori' Raja Charles III, Akui Senang Harry dan Meghan Pindah dari AS
“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,” jelasnya.
“Kami berharap perluasan area dan penambahan kekuatan unsur pencarian ini dapat memberikan titik terang. Operasi masih terus berlangsung dan setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” kata Al Amrad.
Hingga pelaksanaan Operasi SAR H.4, delapan orang masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan terus melaksanakan penyisiran sesuai sektor yang telah ditentukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia, serta tetap mengutamakan keselamatan personel. (*)







