Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Cerita dari berbagai komunitas di Indonesia mendapat ruang melalui layar film. Sebanyak 11 karya terpilih ditampilkan dalam Regional Screening & Awarding Day Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia di Ice Palace, Lotte Mall, Jakarta.

Karya-karya tersebut membawa cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, inklusi, lingkungan, hingga perjuangan komunitas menghadapi berbagai keterbatasan.

Berbeda dari kompetisi film yang lebih banyak menitikberatkan pada aspek teknis, Inspiring Indonesia juga melihat gagasan dan dampak sosial yang dibawa setiap karya. Film menjadi cara untuk memperkenalkan berbagai inisiatif komunitas kepada penonton yang lebih luas.

Tahun ini, sebanyak 127 karya dikirim dari 26 provinsi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi, 21 karya masuk sebagai semifinalis sebelum akhirnya 11 film ditampilkan dalam acara puncak di Jakarta.

| Baca Juga: Film 'Empat Musim Pertiwi' Karya Kamila Andini, Akan Premiere di Toronto International Film Festival 2026

Masyarakat juga mendapat kesempatan ikut menentukan karya yang dianggap layak melaju ke tahap berikutnya. Melalui proses community vetting di aplikasi Campaign for Good, sebanyak 7.411 anggota komunitas ikut menonton, berdiskusi, dan memberikan suara.

Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa film yang membawa isu sosial dapat mendorong penonton untuk mencari tahu lebih jauh. Sebanyak 57,3 persen peserta mengaku ingin mempelajari isu yang diangkat setelah menonton film, sedangkan 65,2 persen menyatakan ingin membagikannya kepada orang lain.

Dari kompetisi tersebut, Rancage karya IPB University meraih Best Project Award dengan hadiah Rp100 juta. Kategori ini ditujukan bagi film yang mengangkat inisiatif sosial yang telah berjalan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Wina Ekawati dari IPB University mengatakan penghargaan tersebut membuka kesempatan bagi Rancage untuk bertemu lebih banyak pihak dan mengembangkan kerja sama.

| Baca Juga: Film 'Monster Pabrik Rambut' Borong Tiga Penghargaan di Dua Festival Film Internasional

“Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama, dan kami berharap ke depannya akan semakin banyak kolaborasi yang dapat mendukung teman-teman di Rancage untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak,” ujar Wina.

Sementara itu, Best Micro Film Award diberikan kepada dua karya, yakni Ruang ANTARA karya Feugee dan memBEKAS karya KATALIS. Keduanya berbagi hadiah dengan total Rp75 juta.

Menurut juri Muhammad Zaidy, kekuatan film pendek tidak hanya terletak pada teknik pembuatannya, tetapi juga kemampuan menyampaikan cerita dan gagasan kepada penonton.

“Film pendek yang baik adalah yang mampu menggambarkan sebuah cerita dengan kuat, dan juga menyampaikan gagasan pembuatnya dengan cara yang dapat dirasakan secara emosional oleh penonton,” kata Muhammad Zaidy.

| Baca Juga: Baim Wong Bawa Film Garapannya Masuk Empat Nominasi Cinemag Magz

Ada hal baru dalam penyelenggaraan tahun ini. #InspiringIndonesia untuk pertama kalinya membuka kategori Best AI Film Award, yang memberi ruang bagi pembuat film untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam menyampaikan cerita mengenai isu sosial.

Pulang karya Dika Karan menjadi pemenang kategori tersebut dan memperoleh hadiah Rp30 juta. Sementara Nyanyian di Angkringan karya Tim Samudra mendapat penghargaan Honourable Mention.

Meski menggunakan AI, penilaian tetap mengutamakan cerita, orisinalitas, eksekusi, dan dampak sosial. Teknologi ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperluas ruang kreatif pembuat film.

Founder Dama Kara sekaligus juri, Nurdini Prihastiti, mengatakan aspek yang dinilai dalam kompetisi mencakup lebih dari kemampuan teknis.

| Baca Juga: Debut Horor Komedi, Satine Zaneta Pilih Peran Vampir di 'Siti si Vampir'

“Banyak hal yang dinilai, bukan hanya sinematografi atau aspek teknis film, tapi juga inisiatif, pemberdayaan, dan bagaimana komunitas dapat berdampak pada masyarakat,” ujar Nurdini.

Inspiring Asia Micro Film Festival digagas Li Foundation sebagai wadah untuk mempertemukan cerita, komunitas, dan gagasan dari berbagai negara di Asia. Di Indonesia, penyelenggara menggandeng Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good.

Karya-karya terpilih dari Indonesia selanjutnya berkesempatan melanjutkan kompetisi ke tingkat regional. Para finalis akan memperebutkan kesempatan tampil di Grand Final Inspiring Asia di Manila, Filipina.

Di tingkat regional, tersedia modal hingga USD100 ribu untuk kategori Best Project, USD50 ribu bagi Best Micro Film, dan USD10 ribu untuk Best AI Film.


Social Media & Optimisation Lead KompasTV sekaligus juri, Roro Ajeng, berharap cerita yang lahir dari Indonesia dapat dikenal lebih luas di tingkat Asia.

“Seluruh karya yang hadir di #InspiringIndonesia 2026 memiliki cerita dan gagasan yang layak untuk dibawa ke panggung Asia,” ujar Roro.

Lewat 11 film tersebut, berbagai cerita tentang kehidupan komunitas di Indonesia mendapat kesempatan untuk menjangkau penonton yang lebih luas. Bukan sekadar menjadi karya film, cerita-cerita itu juga membawa persoalan dan upaya masyarakat dalam mencari jalan keluar dari lingkungannya masing-masing. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: