Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Arda Hatna mencoba melihat kegagalan dan penantian dari sisi yang berbeda lewat single terbarunya, 'Matematika Tuhan Berbeda'. Lagu ini lahir dari pengalaman tentang bagaimana manusia kerap merasa hidup tidak berjalan sesuai dengan perhitungan.

Ada orang yang sudah bekerja keras tetapi rezeki belum juga datang. Ada yang berusaha berbuat baik tetapi masih mendapat perlakuan buruk. Ada pula yang sudah bertahan menghadapi berbagai keadaan, namun persoalan justru terus berdatangan.

Situasi seperti itu sering membuat seseorang bertanya mengapa hasil yang diterima tidak sebanding dengan usaha yang sudah dilakukan. Pertanyaan tersebut menjadi salah satu hal yang ingin dibicarakan Arda melalui lagu barunya.

“Saya membuat lagu ini bukan karena saya sudah menemukan semua jawaban tentang hidup. Justru karena saya masih belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa saya pahami. Kadang kita merasa sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Dari situ saya belajar bahwa mungkin bukan Tuhan yang salah menghitung, tetapi kita yang memakai rumus yang berbeda,” kata suami Tantri Syalindri itu.

| Baca Juga: Dodhy Umumkan Kangen Band Bubar Usai Tampil di Hongkong, Andika Mahesa Mengaku Bingung

Lewat single tersebut, Arda mengajak pendengar melihat bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam memahami apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. Kehilangan, misalnya, bisa dianggap sebagai sesuatu yang berkurang. Penundaan bisa terasa seperti kegagalan, sementara jalan yang sulit sering dianggap sebagai tanda bahwa semuanya berjalan salah.

Gagasan tersebut dituangkan Arda melalui lirik yang reflektif dengan aransemen pop folk yang hangat. Ia tidak mencoba memberikan jawaban untuk setiap persoalan, melainkan membuat lagu yang bisa menemani orang ketika sedang berada dalam kondisi sulit.

Konsep yang sama juga terlihat dalam artwork single tersebut. Foto Arda diambil ketika ia sedang berbaring di sebuah jalan yang berbatasan dengan laut. Foto itu kemudian diputar sehingga menghasilkan ilusi seolah-olah Arda berada di tempat yang tinggi.

Permainan perspektif tersebut digunakan untuk menggambarkan gagasan bahwa sesuatu yang terlihat oleh manusia belum tentu menunjukkan keadaan secara keseluruhan. Perubahan sudut pandang bisa membuat seseorang melihat sebuah keadaan dengan cara yang berbeda.

| Baca Juga: Kotak Resmi Rilis 'YOLO', Single Perdana di Jalur Musik Independen

Identitas visual Arda juga memiliki simbol pertumbuhan. Pada logo namanya terdapat elemen daun pada huruf “A” di bagian awal dan akhir. Elemen tersebut menggambarkan perjalanan Arda bersama karya-karyanya yang terus berkembang.

Sebelum merilis 'Matematika Tuhan Berbeda', Arda telah membuat sejumlah lagu yang mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah “Orang Tak Enakan”, “Belajar Jadi Bapak”, “Iya Iya Tidak Tidak”, dan “Tumbuh Bersama”. (*)

Tags: