Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

"Kalau capek ‘cuma’ karena lihat bad news, itu udah bisa dibilang privilege," tulis Jerome.

Ia kemudian menyebut beberapa bentuk kepedulian yang menurutnya bisa dilakukan, mulai dari menyuarakan persoalan, membagikan informasi agar semakin banyak orang sadar, berdonasi, hingga turun langsung membantu jika memungkinkan.

| Baca Juga: Maudy Ayunda: Masa Depan Bangsa Dimulai dari Suara Anak yang Didengar

Jerome juga menegaskan bahwa tulisannya ditujukan untuk semua orang, bukan kepada satu figur tertentu.

Lalu, Apa Hubungannya dengan Maudy?

Gitasav dan Jerome membagikan pandangan mereka mengenai mindfulness di tengah polemik Maudy Ayunda.

Sebelumnya, Maudy membagikan konten YouTube yang membahas rasa kewalahan menghadapi berita buruk dan pentingnya tetap peduli sambil menjaga diri.

Video tersebut kemudian dikritik karena dianggap kurang melihat kenyataan bahwa sebagian masyarakat tidak punya pilihan untuk mengambil jarak dari persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

| Baca Juga: Bukan Skincare Berlapis, Gita Savitri Ungkap Kunci Kulit Sehat dan Glowing Lewat Skinimalism

Maudy telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Ia mengakui bahwa kemampuan untuk menjauh dari berita juga merupakan sebuah privilege dan menegaskan mindfulness tidak dimaksudkan sebagai alasan untuk berhenti peduli.

Meski begitu, perdebatan soal apakah menjaga kesehatan mental bisa berjalan bersamaan dengan kepedulian sosial masih berlanjut. Warganet bahkan menyebut pernyataan awal Maudy sebagai 'nirempati atau tone deaf. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: