Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Kucing yang lahap menghabiskan makanannya kerap dianggap sebagai tanda bahwa asupan yang diberikan sudah tepat. Padahal, seberapa banyak makanan yang habis bukan satu-satunya ukuran kesehatan kucing, terutama jika makanan kering menjadi bagian dari menu hariannya.

Sebuah riset terhadap 200 responden menunjukkan pergeseran perhatian pemilik kucing. Sebanyak 44 persen mempertimbangkan manfaat kesehatan organ tertentu, termasuk ginjal dan saluran kemih bagian bawah, bukan sekadar nutrisi dasar.

Di sisi lain, 36 persen tetap memprioritaskan makanan yang konsisten disukai kucing agar hewan tidak mudah bosan. Kedua kecenderungan itu memperlihatkan dilema yang kerap dihadapi pemilik, sebab makanan bergizi tidak banyak berarti jika kucing justru enggan menyantapnya.

Soal selera, kucing memiliki indra penciuman yang sangat peka sehingga aroma makanan turut menentukan apakah makanan akan disantap.

| Baca Juga: Sering Bersembunyi dan Mengeong? Kenali Tanda-Tanda Kucing Stres

Dokter hewan spesialis perilaku kucing, Drh. Rio Aditya Setiawan, M.Sc., ISFM Adv.Cert.FB, menyebut kepekaan itu membuat sebagian kucing menjadi picky eater. Menurutnya, keinginan pemilik melihat kucing makan lahap kerap membuat pemberian makanan hanya mengikuti selera, tanpa memperhatikan kandungan fungsionalnya.

"Memberikan makanan hanya karena disukai oleh kucing tanpa memperhatikan kandungan fungsinya berisiko memicu gangguan kesehatan seperti bulu rontok, masalah pencernaan, hingga gangguan saluran kemih bawah (FLUTD)," katanya saat bincang-bincang tentang Deli-Joy Dry Food untuk kucing dewasa di Jakarta baru-baru ini.

Karena itu, Rio menekankan bahwa makanan harian idealnya tidak hanya mengejar rasa yang disukai kucing, melainkan juga memperhatikan aspek nutrisi.

| Baca Juga: Pelihara 8 Kucing, Inul Daratista Habiskan Puluhan Juta Rupiah per Bulan Untuk Perawatan Anabul

"Makanan harian yang ideal sebaiknya memiliki kandungan nutrisi seimbang yang dipadukan dengan palatabilitas tinggi secara alami, sehingga kebutuhan gizi harian dan kesehatan organ vital kucing dapat terus terjaga tanpa membuat kucing mudah bosan," ujarnya.

Sejumlah kandungan gizi berperan penting menjaga kesehatan kucing dalam jangka panjang. Taurin diperlukan untuk membantu menjaga penglihatan, sementara asam lemak omega 6 berkaitan dengan kesehatan kulit dan kondisi bulu.

Protein dibutuhkan untuk memelihara kesehatan otot, vitamin E berperan menjaga daya tahan tubuh, sedangkan kalsium dan fosfor mendukung kesehatan tulang dan gigi. Kadar magnesium juga perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kesehatan saluran kemih bagian bawah.

1 2

Tags: