Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Baginya, yang paling penting adalah setiap figur publik jujur terhadap diri sendiri dan bertindak sesuai tujuan masing-masing.

"Semua figur publik mempunyai cara dan perannya masing-masing. Yang terpenting adalah sesuai dengan tujuan mereka dan mereka jujur pada diri mereka sendiri," terangnya.

Andovi juga menolak memberi nasihat moral kepada rekan seprofesinya.Ia merasa bukan kapasitasnya mengatur bagaimana orang lain harus bersikap.

| Baca Juga: Kris Dayanti Pilih Diam soal Isu Cerai, Momen dengan Raul Lemos Kembali Disorot

"Siapa aku untuk kasih saran ke public figure lainnya? Aku bukan siapa-siapa untuk mengasih saran ke public figure lainnya. Semua public figure punya cara mainnya masing-masing," ucap Andovi lugas.

Salurkan Keresahan Lewat Karya Seni

Andovi kemudian menceritakan bagaimana dirinya mengatasi rasa lelah akibat berbagai kabar buruk. Andovi menyalurkan lewat karya bersama kakaknya Jovial da Lopez dengan membuat kanal YouTube Skinnyindonesian24 pada tahun 2011.

Meski begitu, ia menyadari bahwa karya-karya kritisnya tidak selalu diterima semua kalangan, namun itulah cara yang dipilihnya.

"Kita mengekspresikannya lewat karya, satire, komedi, sketsa, dan stand-up comedy. Itu cara kami merespons terhadap 'bad news'," bebernya.

| Baca Juga: LPSK Percepat Asesmen Korban Dugaan Pelecehan Betrand Peto, Fokus Kondisi Psikologis

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini juga mengaitkan hal tersebut dengan film terbarunya, Bapak Paling Jujur, yang mengangkat tema moralitas kekuasaan.

"Ini film komedi dan omongannya bukan soal politik, tapi soal kejujuran. Kebetulan latar belakangnya politik. Tapi ya at the end of the day, ini ngomong soal kejujuran, pencitraan, pemimpin kita, dan rakyat kita, apakah kita benar-benar jujur atau tidak," tutup Andovi. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: