Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Salah satu alasan terkuat Baim langsung menerima pinangan proyek ini adalah jajaran pemeran utamanya. Baim mengaku menaruh kekaguman mendalam pada kemampuan akting Raihaanun.

"Saya dari dulu pengin banget bermain dengan Raihaanun. Beneran, saya tidak melebih-lebihkan. Karena ini salah satu dari idola saya selain Reza Rahadian. Saya tanya ke Dmaz, 'Siapa pemain ceweknya?' Disebut salah satunya Raihaanun. Akhirnya pas ada kesempatan ada di film ini, langsung saya bilang, 'Oh mau!'" tutur Baim antusias.

Menanggapi pertanyaan media seputar tantangan memerankan tokoh yang terikat dengan kisah nyata seorang figur publik, Baim menekankan komitmen profesionalnya sebagai aktor.

"Semua film pasti memiliki tantangannya tersendiri, terutama bagaimana cara kita menyajikan performa terbaik. Jujur, saya baru tahu detail bahwa ini terinspirasi dari kisah nyata ketika Mas Hanung menceritakannya," jelas Baim.

Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang wanita yang ingin mendapatkan kembali hak-haknya. Dari cerita itu, tugasnya adalah membawakan peran sebaik mungkin.

"Terlepas dari itu, saya mendoakan semoga apa yang dialami oleh pihak terkait (Nikita Mirzani) bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya," jelasnya.

Dalam film ini, Baim memerankan Dirga. Karakter Dirga dan konflik rumah tangga yang terjadi di film ini sangat berlapis dan relevan dengan fenomena sosial hari ini. Yakni pergulatan moral, ego, dan penyesalan.

| Baca Juga: Marsha Timothy Ungkap Totalitas Ivan Gunawan Terlibat di Film 'Ibu Bagaimana Aku Tanpamu?'

Pilih Jadi Aktor atau Sutradara? Ini Alasan Baim Ogah Main di Film Sendiri

Bagi Baim Wong, menjalani peran sebagai aktor dan sutradara adalah dua dunia yang menawarkan kenikmatan batin yang berbeda jauh. Menanggapi pertanyaan mengenai posisi mana yang lebih ia sukai, Baim memaparkan proses emosional yang dialaminya di kedua profesi tersebut.

"Sekarang sudah mulai ada pertanyaan, 'Enakan jadi sutradara atau pemain?' Itu selalu banget ditanyain. Jadi, kalau sutradara itu, dia itu berproses dari scratch (awal mula) ya sampai jadi. Kepuasannya itu ketika penonton nonton dan suka," urai Baim.

Sensasi berbeda justru ia dapatkan ketika ia berdiri tepat di depan kamera sebagai pemain. Sebagai pemain, saat dia action, lalu di-cut, maka rasanya akan lega. Perasaan yang tidak dimiliki saat ia menjadi sutradara.

1 2 3

Tags: