Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) menggelar press screening serta press conference film horor misteri Bisikan Desa Gringsing di Epicentrum Jakarta pada 18 September 2026.

Dalam kesempatan itu, kalangan media untuk pertama kalinya menyaksikan utuh perjalanan mencekam Hesti, karakter yang diperankan Aghniny Haque, saat memasuki desa penuh rahasia.

Film yang ditulis dan disutradarai Ivander Tedjasukmana ini mengisahkan Hesti yang datang ke Desa Gringsing untuk mencari ayahnya yang hilang. Namun, upaya tersebut justru menyeretnya ke dalam rentetan teror yang jauh lebih gelap.

Di desa tersebut, Hesti berhadapan dengan Fatimah, arwah yang diperankan Fatmah Nahdi. Sosok itu disebut mengurung seluruh warga di dalam Desa Gringsing dan membunuh siapa pun yang berusaha keluar.

| Baca Juga: Bisikan Desa Gringsing, Film Horor Indonesia Pertama dengan Teknologi Virtual Production

Pencarian Hesti perlahan membuka rahasia para penghuni desa.

Setiap karakter seolah menyimpan potongan jawaban, tetapi jawaban yang ditemukan justru membawa Hesti semakin dalam pada misteri kelam yang berkaitan dengan trauma masa lalunya.

Produser Mandela Pictures, Manoj Samtani, berharap Bisikan Desa Gringsing memberi pengalaman sinematik yang membuat penonton terus terlibat dengan cerita hingga akhir.

“Sejak awal kami ingin Bisikan Desa Gringsing menjadi pengalaman sinematik di mana penonton terus terlibat dengan ceritanya. Hesti datang ke Desa Gringsing untuk mencari satu jawaban, tetapi perjalanannya justru membuka begitu banyak pertanyaan lain,” ujar Manoj.

| Baca Juga: Aghniny Haque Ungkap Perbedaan Kisah Bapak di Film 'Bisikan Desa Gringsing' dengan di Dunia Nyata

Ia berharap misteri yang mengikuti perjalanan Hesti dapat meninggalkan kesan dan menjadi bahan perbincangan penonton setelah keluar dari bioskop.

Tidak hanya mengandalkan kisah horor dan misteri, Bisikan Desa Gringsing juga menjadi film panjang horor Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi virtual production dalam proses produksinya.

1 2

Tags: