Krisjiana Tetap Pilih Vasektomi, Siti Badriah Sempat Khawatir Suaminya Menyesal
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Keputusan Krisjiana Baharudin menjalani vasektomi ternyata sempat membuat Siti Badriah berpikir panjang. Ia bahkan meminta suaminya membatalkan rencana tersebut karena khawatir keputusan itu suatu hari disesali.
Siti mengaku sempat menawarkan diri untuk kembali menggunakan kontrasepsi. Menurutnya, masih ada kemungkinan Krisjiana berubah pikiran dan ingin memiliki anak lagi di masa mendatang.
"Kemarin kan pas sudah memutuskan, 'Ya udah aku vasektomi gitu, aku mau vasektomi.' Aku tuh kepikiran kayak, 'Udah deh, kamu batalin aja deh. Kamu yakin enggak?' Enggak apa-apa deh aku aja deh yang KB. Aku tuh jadi kepikiran gitu enggak tahu kenapa gitu. Jadi aku mikirnya takutnya ya..." ujar Siti saat ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri.
Pikiran tersebut muncul karena Siti membayangkan kondisi yang mungkin terjadi bertahun-tahun ke depan. Ia takut jika dirinya lebih dulu meninggal dunia, Krisjiana masih memiliki keinginan untuk mempunyai anak.
| Baca Juga: Siti Badriah dan Krisjiana Baharudin Hampir Adopsi Anak Laki-Laki, Batal Karena Alasan Ini
"Menyesal kemudian hari gitu, takutnya menyesal. Terus aku juga mikir ya takutnya aku duluan yang enggak ada, terus tiba-tiba dia pengin punya anak lagi enggak bisa gitu kan. Karena aku mikirnya gitu awalnya gitu," katanya.
Siti tidak hanya sekali meminta Krisjiana mempertimbangkan kembali pilihannya. Ia sempat mengatakan bahwa dirinya saja yang menggunakan KB sehingga suaminya tidak perlu menjalani vasektomi.
"Jadi aku sempat, 'Ya udah sayang enggak usah deh, sayang biar aku aja yang KB.' Tapi dia memutuskan kayak, 'Enggak usah, enggak apa-apa, ini udah keputusanku'," tutur Siti.
Krisjiana akhirnya tetap menjalankan keputusannya. Ia mengaku sudah memikirkan hal tersebut dan tidak menjadikan keputusan sang istri sebagai alasan untuk mengubah pilihan.
| Baca Juga: Suami Digosipkan Selingkuh, Siti Badriah Blak-blakan soal Keadaan Rumah Tangganya
Bagi Krisjiana, vasektomi memang masih menjadi hal yang jarang dilakukan pria di Indonesia. Ia sendiri berani mengambil keputusan tersebut setelah mengetahui pengalaman kakaknya.
"Ya sebenarnya ini kan tabu ya di masyarakat, masih jarang banget orang melakukan vasektomi apalagi di usia yang masih terhitung produktif lah gitu. Aku berani melakukan ini karena memang kakak aku duluan yang melakukan," kata Krisjiana.
Setelah mengetahui Krisjiana benar-benar mantap, perasaan Siti justru berubah. Ia mengaku bangga melihat suaminya bersedia mengambil keputusan tersebut demi kondisi keluarga mereka.
"Nangis, aku bangga banget. Bukan cuma senang, tapi aku bangga karena jarang, mungkin ada beberapa orang di luar sana, beberapa suami yang melakukan vasektomi ini gitu kan. Tapi aku punya suami ternyata luar biasa banget, sangat amat mengerti aku, tanpa harus maksa," ujar Siti.
| Baca Juga: Bantah Isu Pacaran karena Sepatu Kembar, Desta dan Asri Welas Saling Lempar Candaan
Siti juga menegaskan bahwa Krisjiana tidak pernah memaksanya untuk kembali hamil. Menurutnya, keinginan memiliki anak lagi hanya pernah dibicarakan dalam percakapan mereka.
"Enggak pernah maksa sama sekali aku untuk punya anak lagi, dia cuma nanya-nanya doang, 'Sayang pengin punya anak lagi, pengin punya anak lagi,' tapi enggak pernah maksa gitu, dan ternyata dia berani untuk mengambil keputusan besar ini gitu. Jadi ya aku sangat bangga sama suamiku," jelasnya.
Siti kemudian menggambarkan Krisjiana sebagai suami sekaligus ayah yang selalu memikirkan keluarga. Ia merasa keputusan tersebut menjadi salah satu bentuk tanggung jawab Krisjiana terhadap dirinya dan anak-anak mereka.
"Ayah yang sangat bertanggung jawab, suami yang sangat bertanggung jawab, sangat perhatian. Dia enggak mikirin diri dia kayak gimana, dia selalu mikirin istrinya, anak-anaknya gitu. Dia enggak peduli dia mau capek, dia enggak tidur cari uang... Dia sangat berjuang sampai-sampai dia menyiksa dirinya sendiri, dia yang sakit. Aku bangga," kata Siti Badriah. (*)







