Raihaanun Buka-bukaan, Ini 3 Adegan Paling Menguras Emosi di Film 'Beautiful Pain'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GooglePuncak tantangan fisik dan emosional kemudian hadir pada adegan penutup atau ending, di mana Raihaanun tampil mengenakan blazer biru dan menangis hebat.
Rangkaian adegan ini dieksekusi menggunakan teknik long take selama kurang lebih 6 menit tanpa jeda, menghasilkan atmosfer akhir cerita yang sangat mencekam. Skala kesulitan adegan ini membuat tim produksi mengalokasikan waktu syuting satu hari penuh hanya untuk mengambil satu adegan tersebut.
| Baca Juga: Andre Royo Siap Terlibat Film Indonesia, Tertarik Cerita dari Cheverly Amalia
"Kami syuting satu hari penuh hanya untuk satu scene tersebut. Latihannya saat proses workshop dan koreografinya memakan waktu seharian," lanjutnya secara rinci.
Tangis Pecah di Lokasi Syuting dan Metode Cooling Down
Menghadapi rangkaian adegan emosional tersebut, Raihaanun membeberkan bagaimana cara dirinya melakukan pemulihan emosi (cooling down) agar tidak larut berkepanjangan dalam trauma fiktif karakternya.
"Di lokasi syuting, saya berusaha untuk tetap menjaga fokus dan berada di dalam karakter selama proses pengambilan gambar (on set). Ketika masih di area syuting, saya tetap berada dalam karakter, tapi begitu selesai dan pulang, saya langsung melepasnya," jelas bintang serial Tante Sonya ini.
Kendati demikian, ia mengaku terbawa emosi saat melakoni adegan penutup berdurasi 6 menit tanpa henti. Raihaanun mengatakan ia masih tetap menangis meski sutradara sudah mengatakan 'cut'.
"Itu satu adegan yang menurut saya cukup berat sampai membuat saya susah untuk berhenti menangis. Ketika adegan selesai di-cut, saya masih terbawa suasana dan butuh waktu untuk meredakan tangis," ungkapnya.
Saat disinggung mengenai seberapa lama durasi yang ia butuhkan untuk meredakan tangis tersebut, Raihaanun sempat melontarkan candaan sebelum memberi jawaban yang sebenarnya.
"Kurang lebih sebulan lah. Enggak, bercanda ya.Waktu itu kami mengambil take dari pagi, sekitar jam 11 siang sampai jam 3 sore hanya untuk satu scene tersebut. Karena adegannya sangat menguras energi (draining), setelah cut pun rasa sedihnya masih tersisa. Tidak lama, hanya butuh beberapa menit untuk benar-benar tenang," ungkapnya.
Daya Tarik Figur Ibu Tunggal yang Penuh Perjuangan







