Film 5 CM: Revolusi Hati Rilis Jajaran Pemain, Didominasi Aktor Pendatang Baru
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Rumah produksi Soraya Intercine Films secara resmi mengumumkan jajaran aktor muda yang membintangi film 5 CM: Revolusi Hati. Film garapan sutradara Emil Heradi ini merupakan prekuel dari film legendaris 5 CM yang dirilis pada 2012 silam.
Sebelumnya, film adaptasi novel karya Donny Dhirgantoro tersebut mendulang sukses besar dengan deretan pemeran ikonis, seperti Fedi Nuril (Genta), Denny Sumargo (Arial), Herjunot Ali (Zafran), Saykoji (Ian), Raline Shah (Riani), serta Pevita Pearce (Dinda).
Berbeda dari film pendahulunya, 5 CM: Revolusi Hati memundurkan lini masa cerita pada masa tahun terakhir Zafran di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) bersama lingkaran pertemanannya, jauh sebelum ia bertemu Genta, Arial, Ian, dan Riani. Petualangan mereka pun tidak lagi di pegunungan, melainkan kawasan laut.
Deretan pemeran generasi baru yang diperkenalkan meliputi Roman King (Zafran), Wironggo Vercaemer (Riko), Ali Fikry (Asep), Bimasena (Ari Wibowo), Rachel Aseelah (Azizah), dan Olivia Morrison (Astri).
| Baca Juga: Bawa Cerita Baru, Teaser ‘5 cm: Revolusi Hati’ Tuai Berbagai Komentar Netizen
Beban Perankan Zafran Versi Muda
Memerankan karakter ikonis yang terlanjur melekat kuat pada sosok Herjunot Ali diakui Roman King memberikan tanggung jawab tersendiri. Namun, Roman mengaku tidak sempat bertemu langsung dengan Herjunot Ali untuk mendiskusikan karakter Zafran.
"Untuk aku sih, aku mengerti di film 5 cm pertama itu karakter Zafran lumayan ikonis. Masuk ke film ini, aku sudah tahu, 'Oke, aku harus memberikan respek ke karakter sebelumnya di film yang pertama.' Tetapi kalau tektokan sampai ketemu (Herjunot Ali), itu enggak," ujar Roman King saat ditemui awak media di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).
Alih-alih meniru, produser Sunil Soraya justru mendorongnya untuk mengeksplorasi karakter tersebut secara orisinal.
"Pas mulai proses reading, Pak Sunil selalu bilang, 'Kan ini prekuel. Jadi, mendingan cari sendiri Zafran kamu kayak gimana.' Dan bagaimana mencari cara agar Zafran yang ini kelak bisa menjadi Zafran di film pertama," lanjut Roman.
| Baca Juga: Umay Shahab Ungkap Alasan Personal Angkat Isu Kekerasan Anak di Film 'Memburu Pemangsa'
Jawaban Para Pemain Hadapi Pro-Kontra Netizen
Pengumuman proyek prekuel ini sempat memicu kegaduhan dan perdebatan hangat di media sosial saat proses syuting berlangsung. Menanggapi pro-kontra tersebut, para pemain memilih untuk tidak terdistraksi dan fokus merampungkan proses produksi.
Ali Fikry menegaskan bahwa film ini membawa angin segar bagi generasi sekarang tanpa menghilangkan esensi aslinya.
"Waktu itu timing-nya kita lagi syuting pas dengar kabar-kabar itu. Tapi aku percaya 5 CM: Revolusi Hati ini punya ceritanya sendiri dengan karakter generasi baru dan persoalan mereka," jelas Ali Fikry.
"Tapi tetap dengan semangat persahabatan dan petualangan yang relate sama generasi sekarang. Jadi enggak terlalu mengganggu proses syuting karena kita fokus syuting saja waktu itu," sambungnya.
Kendati sempat terbebani komentar miring, Rachel Aseelah mengaku berhasil keluar dari rasa cemas berkat solidnya tim produksi.
"Awalnya sempat overthinking, cuma karena aku orangnya enggak mau ribet, jadioverthinking-nya beberapa hari saja. Habis itu karena syutingnya sibuk banget,jadi enggak kepikiran lagi," ungkap Rachel.
Hal senada diungkapkan oleh Olivia Morrison. Dukungan dari jajaran sutradara dan produser menjadi kunci rasa percaya diri para pemeran.
"Aku juga melihat beberapa komentar negatif dan itu bikin overthinking. Tapi dengan dukungan semua pemain, Pak Sunil, Bunda Dewi, Pak Emil—yang mengajak kita mengobrol satu-satu—kita semua merasa disokong. Kita saling percaya satu sama lain, dan itu membuat kita jauh lebih percaya diri dengan film ini," ucap Olivia.
| Baca Juga: Tak Cuma Sekali, Ochi Rosdiana & Yessica Tamara Ungkap Momen Mistis Syuting 'Lingsir Wengi: Motel Malioboro'
Lebih Pede Berkat Persiapan yang Matang
Wironggo Vercaemer turut menimpali bahwa kesiapan seluruh tim membuat mereka percaya diri melangkah. Meski sempat melihat beberapa komentar, ia memilih mengabaikan demi kelancaran syuting.
"Untuk proses syuting itu kita benar-benar enjoy. Beberapa komentar memang kita lihat, tapi kita berusaha melakukan yang terbaik. Kita semua persiapan lama banget dan kita ready untuk semuanya," tutur Wironggo.
Bagi Roman King, film ini merupakan debut layar lebarnya yang dijalani secara positif.
"Ini kan film pertama aku, jadi aku belajarnya banyak ya. Tapi selama itu sih kita have fun saja dan setelahnya proses syutingnya itu seru banget," katanya menimpali.
| Baca Juga: Bikin Was-Was, Ali Fikry Nekat Selebrasi Gol dengan Koprol di Film ‘Bapakmu Kiper’
Cerita di Balik Layar
Proses produksi film ini juga diwarnai sejumlah pengalaman fisik yang menantang, salah satunya saat pengambilan adegan di perairan laut lepas yang menguras energi.
Rachel Aseelah membagikan pengalaman emosionalnya ketika harus berbasah-basahan di laut tepat di hari ulang tahunnya demi tuntutan adegan tanpa henti.
"Di tanggal itu, kita sudah mulai nyebur ke laut dari jam sembilan malam. Pas jam 12 malam aku ulang tahun, baju aku masih basah dan aku sudah menangis karena kedinginan banget," kenang Rachel.
Meski sempat mendapat kejutan ulang tahun, Rachel harus menuntaskan adegan hingga subuh menjelang.
"Dari pagi ke pagi. Aku disurpresin, lalu kita nyebur lagi sampai jam lima subuh. Aku sudah bad mood banget dan ujung-ujungnya adegan itu di-retake. Tapi aku enggak ganti baju karena adegannya harus basah lagi. Itu gokil, tapi pas banget di hari ulang tahun aku," tambahnya seraya tertawa.
| Baca Juga: Syakir Daulay Dorong Santri Berani Angkat Cerita di Luar Pesantren Lewat Film
Pengalaman berkesan lainnya dialami oleh Wironggo Vercaemer terkait kondisi laut saat syuting di Banyuwangi. Awalnya, ia mengaku kerap meledek para kru yang tumbang akibat mabuk laut, hingga hal tersebut berbalik menimpa dirinya.
"Aku sempat kena satu hari mabuk laut dan itu bikin kapok banget. Ternyata mabuk laut seenggak enak itu. Itu pengalaman yang benar-benar aku ingat," pungkas Wironggo. (*)







