Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Setelah cukup lama vakum dari dunia akting, Leony Vitria Hartanti akhirnya kembali beraksi di layar lebar lewat film Ghosthing, karya sutradara Arie Azis yang diproduksi Imperial Pictures. Film ini rencananya tayang di bioskop mulai 15 Oktober mendatang.

Bagi Leony, kembalinya ia ke dunia film bukan sekadar comeback biasa. Ia sengaja memilih Ghosthing karena merasa perlu mengasah diri sekaligus keluar dari zona nyaman, dengan menerima tantangan bermain di genre horor komedi, yang menjadi pengalaman pertamanya.

"Kalau ini kebetulan horor komedi pertama aku. Aku komedi jarang banget, terus ini digabungkan horor dan komedi. Jadi genre ini pertama buat aku. Awalnya sih agak tertekan, karena nggak pernah main komedi," ungkap kekasih Charles Seaman ini saat berkunjung ke redaksi Vivia Media, Selasa (22/9/2026).

Meski sudah malang melintang di berbagai film horor bernuansa mistis dan pernah memerankan beragam karakter di genre drama, Leony mengaku horor komedi tetap menjadi tantangan tersendiri. Ia sempat ragu dengan kemampuannya berkomedi, sebab menurutnya humor punya seninya sendiri yang tak bisa dikuasai secara instan.

| Baca Juga: Jadi Perias Mayat, Baskara Mahendra Malah Digoda Yasamin Jasem di Film 'Ghosthing'

Keraguan itu perlahan hilang seiring proses reading yang ia jalani bersama tim produksi. Leony akhirnya menemukan caranya sendiri untuk masuk ke genre baru ini, yakni dengan berpegang teguh pada karakter yang ia mainkan.

"Seiring berjalannya waktu, reading, segala macam, ujungnya aku cuma balik ke karakter aja. Stick to the character, dan komedinya berjalan dengan sendirinya. Horornya juga sudah sesuai dengan skripnya," katanya.

Di film ini, Leony memerankan karakter Ci Nan yang cerewet, sosok yang menurutnya memberikan pengalaman tersendiri baginya selama syuting berlangsung.

Proses syuting Ghosthing sendiri menyimpan cerita unik. Leony bercerita, lokasi pengambilan gambar berada di sebuah area pemakaman umum di tengah Kota Jakarta. Meski syuting tidak dilakukan pada malam hari, nuansa mistis di lokasi tersebut tetap terasa kuat dan memberikan pengalaman berkesan bagi para pemain.

| Baca Juga: Film 5 CM: Revolusi Hati Rilis Jajaran Pemain, Didominasi Aktor Pendatang Baru

"Syuting di tengah kuburan, di bawah terik matahari. Kalau merasa lelah, tidur saja di samping makam itu sambil minta izin, permisi ya, numpang tidur, jangan diganggu, kita hanya mau syuting. Pengalaman itu sangat berkesan," ujar Leony, yang mengaku tidak mengalami gangguan mistis secara langsung meski mempercayai adanya hal-hal di luar nalar manusia.

Sementara itu, lawan mainnya, Amel Carla, turut membagikan pengalamannya selama proses syuting. Berbeda dengan Leony, Amel menyebut proses syuting yang ia jalani terasa seperti sedang berekreasi, meski keduanya tidak pernah bertemu dalam satu frame.

Amel yang kebagian peran tak terlalu besar mengaku memerankan karakter orang kesurupan ternyata membutuhkan energi khusus. Ia bahkan harus tetap berimprovisasi meski dialog di skenario sudah habis.

"Nggak mudah ternyata memainkan peran itu. Ketemu geng Ghos, bacot semua. Walaupun di skenario sudah habis dialognya, kita jalan terus," kata Amel, yang sebelumnya juga tampil di film Malam Jahanam.

Mendengar cerita Amel, Leony pun menimpali bahwa keduanya sebenarnya berada di dua sisi cerita yang berbeda dalam film ini. "Aku di sini jadi geng setan, kamu geng manusia, dunia yang berbeda," ujarnya.

Amel menambahkan, karakter yang ia mainkan, Maya, merupakan hantu baru yang tengah magang untuk bisa keluar masuk tubuh manusia.

"Jadi aku menjadi salah satu orang yang menjadi bahan percobaannya, dari karakter Maya yang mana dia adalah hantu baru ini, untuk magang menjadi hantu yang keluar masuk badan manusia. Kadang setannya ngoceh terus, manusia juga gitu," sambungnya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: