Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Panitia penyelenggara Festival Film Internasional Jakarta Film Week (JFW) 2026 memperkenalkan aktor muda Ali Fikry sebagai duta festival film tersebut tahun ini.

Aktor yang saat ini baru berusia 18 tahun tersebut dipilih karena dinilai memiliki rekam jejaknya yang produktif, antara lain telah membintangi kurang lebih 20 judul film layar lebar.

Remaja kelahiran Surakarta, 7 Maret ini menjadi ambassador termuda pertama. Sebelummya duta film tersebut jatuh pada aktor dewasa seperti Shenina Cinnamon (2021), Jourdy Pranata (2022), Lutesha (2023), Kristo Immanuel (2024) dan Claresta Taufan (2025).

Catatan karier Ali Fikri menunjukkan keterlibatannya dengan deretan sutradara Indonesia ternama seperti Sidharta Tata, Hanung Bramantyo, Timo Tjahjanto, hingga Yosep Anggi Noen.

| Baca Juga: Bikin Was-Was, Ali Fikry Nekat Selebrasi Gol dengan Koprol di Film ‘Bapakmu Kiper’

Dia juga tahun lalu tercatat pernah tampil dalam film Mothernet (Esok Tanpa Ibu) yang menjalani pemutaran perdana secara global di Vision-Asia, Busan International Film Festival (BIFF), salah satu festival film internasional yang diakui memiliki kualifikasi menuju Piala Oscar.

Direktur Festival JFW 2026 Rina Damayanti memaparkan bahwa profil Ali merupakan representasi dari kategori talenta muda yang terus bertumbuh dan belajar di Indonesia.

"Karakteristik tersebut dinilai sangat selaras dengan fokus utama JFW yang konsisten memberikan perhatian pada aspek promosi dan pembukaan jejaring bagi bakat-bakat baru hingga perhelatan tahun keenamnya," jelas Rina Damayanti di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Dari Penonton Festival jadi Ambassador

Bagi Ali, penunjukan tersebut menjadi kebanggan tersendiri. Ali sebelumnya merupakan penonton setia festival film internasional tahunan tersebut, sejak tiga tahun terakhir.

| Baca Juga: Cut Mini Bintangi Film 'Pasukan 1000 Janda', Punya Kedekatan dengan Kisah Malahayati

Ali mengungkapkan bahwa dirinya menerima tawaran tersebut secara langsung tanpa pertimbangan panjang. Menurutnya, keterlibatannya kali ini merupakan sebuah siklus penuh (full circle moment) dari yang semula hanya sebagai penikmat film festival kini menjadi ambassador.

"Waktu pertama kali ditawari aku langsung bilang iya ke Mama. Di tahun-tahun sebelumnya aku memang sudah suka banget dan mengikuti program-program mereka. Pas banget kesempatannya, aku ingin mengajak anak-anak muda merasakan apa yang aku rasakan dulu saat datang sebagai penonton," jelas Ali.

Terkait perannya sebagai representasi generasi muda di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Ali mengakui sempat dilanda rasa cemas. Namun, rasa gugup tersebut berhasil diatasi setelah ia berkonsultasi dengan para duta festival dari edisi sebelumnya, seperti Kristo Immanuel dan Lutesha.

"Kemarin sempat ngobrol sama Kak Kristo dan Kak Lutesha. Mereka bilang, 'Bawa seru saja, just be yourself.' Jadi akhirnya sekarang aku sudah tidak terlalu nervous lagi," ujar Ali.

| Baca Juga: Kucing 'Siti' Jadi Bintang Film Meong!, Bawa ITB Raih Penghargaan Festival Internasional

Antusiasme Menonton dan Mengincar Karya Sineas

Selama berlangsungnya JFW 2026, Ali dijadwalkan hadir menyapa publik di sejumlah titik pemutaran, dengan fokus utama di CGV Grand Indonesia.

Mengusung tema "Encounters", Ali menilai daya tarik utama festival film terletak pada keberagaman karya serta ruang diskusi pascapemutaran yang mempertemukan penonton dengan para pembuat film (filmmakers).

Untuk edisi tahun ini, Ali menargetkan sejumlah judul film yang ingin ia tonton, antara lain Laut Bercerita, A Girl, Empat Musim Pertiwi, serta deretan kompilasi film pendek.

"Serunya nonton di festival itu ada sesi diskusinya, baik dengan filmmaker atau penonton lain. Kita bisa bertukar perspektif, jadi pulang tidak cuma selesai nonton, tapi membawa cara pandang baru," tuturnya.

| Baca Juga: Film 'Empat Musim Pertiwi' Karya Kamila Andini, Akan Premiere di Toronto International Film Festival 2026

Rencana Jangka Panjang dan Inspirasi dari Reza Rahadian

Telah membintangi sekitar 20 judul film di usia muda, Ali menegaskan tidak memiliki target angka tertentu dalam menerima tawaran peran. Ia lebih memprioritaskan kekuatan cerita dan eksplorasi karakter.

Lebih lanjut, pemilik nama asli Ali Fikri Assegaf juga menyatakan ketertarikannya untuk memperluas karier di industri perfilman dengan merambah peran di balik layar sebagai sutradara di masa mendatang.

"Aku tertarik sama film making, tidak cuma sebagai aktor. Ada keinginan untuk nyemplung ke balik layar. Kalau bikin film, mungkin genre drama. Tapi itu masih rencana jangka panjang ke depan," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai figur panutan, Ali menyebut aktor senior Reza Rahadian sebagai inspirasi terbesarnya dalam berkarier.

"Aku terinspirasi banget sama Om Reza Rahadian. Bukan cuma kemampuan aktingnya, tapi cara dia membawa diri dan menunjukkan keahliannya di dunia perfilman sangat menginspirasi. Itu yang membuat aku ingin terus belajar dan melangkah," pungkas Ali. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: