Belajar dari Hyper Potatoes: Cara Gen Z Tetap Bertumbuh Tanpa Kehilangan Hobi Masa Kecil
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Di tengah tren yang datang dan pergi begitu cepat, menjadi diri sendiri kerap menjadi tantangan bagi Generasi Z (Gen Z). Namun, perjalanan Dwi Hartanto Wongso, yang dikenal sebagai Hyper Potatoes, menunjukkan bahwa bertumbuh dewasa tidak selalu berarti meninggalkan hal-hal yang disukai sejak kecil.
Hartanto, lahir 23 Juli 1994, adalah kreator sekaligus penggemar berat Pokémon. Kecintaannya terlihat dari berbagai koleksi di rumahnya, mulai dari peralatan makan, kartu, hingga boneka.
Baginya, Pokémon bukan sekadar karakter masa kecil, melainkan dunia yang terus berkembang bersamanya lewat animasi, gim, kartu koleksi, hingga komunitas.
"Pintu untuk masuk ke dunia Pokémon itu banyak banget. Dari mana aja bisa," kata Hartanto saat bincang-bincang tentang Pop Mie Edisi Spesial Pokémon di Habitate Kuningan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
| Baca Juga: Kolaborasi Pokémon dan Wayang: Ketika Karakter Populer Jadi Jembatan Interaksi Budaya
Dari perjalanannya, ada lima pengingat bagi Gen Z untuk tetap bertumbuh tanpa kehilangan diri sendiri.
1. Ikuti tren, tapi tetap jujur pada diri sendiri
Mencoba tren bukan masalah, asal seseorang jujur apakah benar-benar menyukainya atau sekadar ikut-ikutan.
"Kalau misalnya ngikut-ikutan aja, it's okay nggak harus ikutan trennya. Tapi kalau memang suka, ya terus aja, enjoy aja," kata Hartanto.
2. Jangan tinggalkan hobi hanya demi terlihat dewasa
Menurut Hartanto, penggemar Pokémon datang dari segala usia, termasuk ayahnya yang berusia 73 tahun dan masih aktif bermain Pokémon Go. Baginya, ini membuktikan sebuah kegemaran tidak mengenal batas usia.
| Baca Juga: Dari Pikachu Hingga Snorlax, Kalung Perhiasan Premium 30 Tahun Pokémon Resmi Dirilis
3. Jangan biarkan overthinking menahan langkah pertama
"Semuanya itu harus mulai aja dulu. Ketika kita udah mulai, semua overthinking dan ketakutan itu pelan-pelan hilang," ujarnya.
Menurutnya, banyak hal ternyata tidak sesulit yang dibayangkan setelah benar-benar dicoba.
4. Jadikan hobi sebagai ruang belajar
Dunia Pokémon terus berkembang, kini mencapai sekitar 1.025 karakter lewat animasi, gim, hingga pengalaman digital.
Hartanto menilai hobi apa pun bisa menjadi jalan untuk terus belajar, bertemu komunitas, bahkan membuka peluang yang tidak terduga.
| Baca Juga: Bukan Sekedar Jago Main Gim, Ini Alasan Tubuh Atlet Esports Harus Dilatih
5. Nikmati hal-hal kecil, tidak perlu menunggu momen besar
Bagi Hartanto, kebahagiaan tidak selalu butuh sesuatu yang besar. Aktivitas sederhana seperti makan bersama teman sambil menonton tontonan favorit sudah cukup untuk dinikmati.
Prinsip menikmati hal sederhana itu juga tampak ketika Hartanto berbicara soal kolaborasi Pokémon dengan Pop Mie, yang menurutnya berhasil menerjemahkan karakter Pikachu dan Charmander lewat rasa, bukan sekadar tampilan visual.
"Yang paling penting menurutku DNA-nya harus match, yang membawa nilai-nilai petualangan dan kekeluargaan," ujarnya. Ia mengaku senang melihat Pokémon semakin mendapat tempat di kalangan penggemar Indonesia sejak 2019 hingga akhirnya berkembang lewat berbagai kolaborasi.
Pada akhirnya, perjalanan Hartanto bersama Pokémon menjadi pengingat bahwa bertumbuh dewasa tidak berarti harus meninggalkan masa lalu. Justru, hal yang disukai sejak kecil bisa menjadi bagian yang membantu seseorang mengenali dirinya sendiri ketika dewasa. (*)







