Tiga Tahun Main Film Horor, Fergie Brittany Kini Angkat Senjata di 'Pasukan 1000 Janda'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Fergie Brittany mencoba warna berbeda setelah sekitar tiga tahun lebih banyak bermain dalam film horor. Dalam Pasukan 1000 Janda, ia justru tampil sebagai Salwa, salah satu perempuan yang harus turun ke medan perang bersama pasukan Laksamana Malahayati.
“Salwa itu salah satu janda termuda lah dari semuanya,” ujar Fergie.
Salwa merupakan bagian dari kelompok 1.000 janda yang menjadi inti cerita film. Para perempuan tersebut bukan prajurit yang sejak awal dipersiapkan untuk berperang. Mereka adalah para ibu yang harus mengambil senjata karena keadaan.
Konsep tersebut membuat karakter Fergie cukup berbeda dari sosok pejuang dalam cerita aksi pada umumnya. Salwa harus belajar bertahan dan ikut bertempur meski sebelumnya menjalani kehidupan sebagai perempuan desa.
| Baca Juga: Cut Mini Bintangi Film 'Pasukan 1000 Janda', Punya Kedekatan dengan Kisah Malahayati
Dalam film, Salwa menggunakan senapan. Seperti pemain lainnya, Fergie juga mengikuti workshop sekitar satu bulan untuk mempersiapkan adegan aksi dan penggunaan senjata.
Pemilik nama lengkap Fergie Giovanna Brittany itu menyatakan, kemampuan yang mereka miliki sebelumnya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah kemampuan berburu yang kemudian dibawa ke medan pertempuran.
Fergie melihat kondisi itu menjadi bagian menarik dari cerita. Para perempuan tersebut tidak digambarkan sebagai sosok yang tiba-tiba menjadi ahli bertarung, melainkan berusaha menghadapi situasi yang memaksa mereka untuk maju.
Selain latihan fisik, Fergie menghadapi tantangan lain yang cukup rumit, yakni bahasa. Para pemain memang tidak menggunakan bahasa Aceh secara penuh, tetapi harus mempertahankan aksen dan gaya bicara yang sesuai dengan latar cerita.
| Baca Juga: Ali Fikry Terpilih Jadi Duta Termuda Festival Jakarta Film Week 2026
Masalahnya, beberapa kata modern kadang masih terbawa ketika mereka berdialog. Salah satunya adalah kata “ayo”.
Menurut Fergie, pelatih dialek langsung menghentikan mereka karena kata tersebut dianggap tidak sesuai dengan masa cerita. Mereka kemudian diarahkan menggunakan kata “bagah”, yang dianggap lebih sesuai dengan konteks Aceh pada periode tersebut.
Kesalahan seperti itu membuat beberapa adegan harus diulang. Fergie pun harus lebih berhati-hati agar kebiasaan berbicara sehari-hari tidak masuk ke dalam dialog Salwa.
“Bahasa itu susah, karena kadang suka keceplosan kata-kata zaman sekarang,” ujarnya.
| Baca Juga: Roman King Debut Main Film di '5 cm: Revolusi Hati', Ngaku Nervous Gantikan Herjunot Ali
Kostum juga dibuat mengikuti latar Aceh pada masa lampau. Para perempuan menggunakan celana, atasan longgar, kain dan penutup kepala. Fergie memahami bahwa terdapat perbedaan antara pakaian pada masa cerita film dengan pakaian Aceh pada era Cut Nyak Dien karena jarak waktunya mencapai ratusan tahun.
“Karena ini kan 300 tahun sebelum Cut Nyak Dien, jadi pasti ada bedanya. Tapi benang merahnya tetap pakai celana,” kata Fergie.
Film Pasukan 1000 Janda sendiri terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Inong Balee. Namun, cerita yang ditampilkan tidak sepenuhnya mengikuti catatan sejarah.
Fergie tertarik menerima proyek tersebut karena mendapat kesempatan keluar dari pola film yang selama beberapa tahun terakhir lebih banyak dijalaninya.
“Selama kurang lebih tiga tahun aku kebanyakan horor,” ujar Fergie.
Menurutnya, Pasukan 1000 Janda menawarkan kombinasi sejarah, drama, komedi dan perjuangan. Ia juga melihat cerita tentang para perempuan yang berani menghadapi keadaan tersebut sebagai pengalaman yang berbeda.
Ia semakin yakin setelah melihat jajaran pemain yang terlibat. Kehadiran Cut Mini, Ully Triani dan Atiqah Hasiholan sebagai pemeran Laksamana Malahayati membuatnya langsung tertarik mengikuti proyek tersebut.
“Oke, let’s go, ayo,” katanya menggambarkan respons ketika menerima tawaran film.
| Baca Juga: Tayang Ulang, ‘Avengers: Endgame’ Geser Posisi ‘Agak Laen 2’ Sebagai Film Paling Laris
Fergie juga mendapat pengalaman baru dari penggunaan aksen Aceh. Meski sempat terbiasa selama produksi, ia mengaku setelah syuting selesai justru mulai lupa karena sudah tidak lagi berlatih secara rutin.
Selain Salwa, film ini menghadirkan Cut Mini sebagai Maesaroh dan Ully Triani sebagai Farida. Maesaroh menggunakan pedang, Farida memakai busur dan anak panah, sedangkan Salwa menggunakan senapan. Malahayati sendiri digambarkan menggunakan rencong.
Syuting dilakukan sekitar 27 hari di tiga lokasi, termasuk Kertajati dan Studio Alam. Seluruh set dibangun untuk mendukung suasana cerita yang mengambil latar Kesultanan Aceh.
Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2026. Film arahan Archie Hekagery ini mengemas kisah yang terinspirasi sejarah tersebut dalam genre historical fantasy action. (*)







