Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Ully Triani mendapat tantangan fisik sekaligus teknis ketika dipercaya memerankan Farida dalam film Pasukan 1000 Janda. Karakternya merupakan salah satu perempuan yang bergabung dengan pasukan Laksamana Malahayati dan ikut mempertahankan wilayah Aceh.

“Farida salah satu yang menjadi pasukan 1.000 janda ini. Dia juga ikut berperang dengan Malahayati untuk mempertahankan tanah kita di Aceh,” ujar Ully saat berbincang di redaksi Vivia Media.

Salah satu persiapan yang harus dilakukan Ully adalah belajar menggunakan busur dan anak panah. Ia bersama para pemain lain menjalani workshop sekitar satu bulan sebelum proses pengambilan gambar.

Latihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan senjata, tetapi juga gerakan yang dibutuhkan dalam adegan aksi. Tim produksi melibatkan stunt coordinator untuk membantu para pemain memahami teknik yang diperlukan.

| Baca Juga: Cut Mini Bintangi Film 'Pasukan 1000 Janda', Punya Kedekatan dengan Kisah Malahayati

Namun, Ully tidak ingin Farida terlihat seperti seorang prajurit yang sejak awal sudah ahli bertempur. Hal tersebut memang menjadi bagian dari konsep cerita Pasukan 1000 Janda.

“Yang penting bisa maju aja dulu,” kata Ully.

Menurutnya, para perempuan dalam cerita tersebut bukan pasukan profesional. Mereka adalah ibu-ibu yang harus berperang karena keadaan setelah kehilangan suami akibat peperangan.

Kondisi itu membuat kemampuan mereka tidak digambarkan secara berlebihan. Kehidupan sehari-hari sebagai warga desa justru menjadi bekal mereka. Karena tinggal di sekitar hutan, sebagian dari mereka terbiasa berburu dan kemudian memanfaatkan kemampuan tersebut ketika harus menghadapi musuh.

| Baca Juga: Tiga Tahun Main Film Horor, Fergie Brittany Kini Angkat Senjata di 'Pasukan 1000 Janda'

Film yang disutradarai sekaligus ditulis Archie Hekagery itu memang mengambil inspirasi dari sejarah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee. Namun, Ully menegaskan bahwa cerita yang dihadirkan bukan rekonstruksi sejarah secara utuh.

Untuk menghadirkan suasana Aceh, para pemain menggunakan aksen daerah. Mereka tidak memakai bahasa Aceh secara penuh karena pertimbangan agar cerita tetap dapat dipahami penonton dari berbagai daerah.

Ully melihat penggunaan aksen sebagai jalan tengah. Film Indonesia dengan bahasa daerah secara penuh memang dapat menghadirkan tantangan tersendiri bagi penonton yang berasal dari wilayah lain.

Karena itu, aksen digunakan untuk memperkuat identitas tempat tanpa membuat dialog sulit dipahami. Seluruh pemain juga menggunakan aksen yang sama agar karakter dalam kelompok tersebut terasa berasal dari lingkungan yang serupa.

Tantangan lain datang dari kostum. Para pemain menggunakan pakaian yang menyesuaikan gambaran masyarakat Aceh pada masa tersebut, seperti celana, atasan longgar, kain, dan penutup kepala.

Ully menganggap panas dan beratnya pakaian sebagai bagian dari pekerjaan yang harus dijalani selama syuting.

“Kalau kita lagi shooting, ya sudah kita enggak mikirin itu. Itu risiko pekerjaan,” ujarnya.

Film ini juga menghadirkan sejumlah senjata berbeda. Malahayati yang diperankan Atiqah Hasiholan menggunakan rencong, Maesaroh yang diperankan Cut Mini memakai pedang, sementara Farida menggunakan busur dan anak panah. Salwa yang dimainkan Fergie Brittany menggunakan senapan.

| Baca Juga: Aulia Sarah Jadi Sosok Alami Kekerasan, Film 'Pirunduk' Bawa Mitos Kalimantan ke Bioskop

Kuda juga muncul sebagai bagian dari kelompok Kesultanan Aceh. Sementara kelompok perempuan dari desa tidak menggunakan kuda. Menurut para pemain, jika seluruh karakter harus melakukan adegan berkuda, proses syuting bisa berlangsung jauh lebih lama.

Pengambilan gambar Pasukan 1000 Janda dilakukan selama sekitar 27 hari di tiga lokasi, termasuk Kertajati dan Studio Alam.

Bagi Ully, film ini menawarkan pengalaman berbeda karena cerita dan genrenya tidak seperti kebanyakan proyek yang pernah ia temui.

“Sebagai pemain, aku senang karena di dunia perfilman itu kayak hampir 80 persen genre atau ceritanya mirip-mirip. Nah, ini ceritanya baru, ada sejarahnya, ada action-nya,” kata Ully.

| Baca Juga: Ali Fikry Terpilih Jadi Duta Termuda Festival Jakarta Film Week 2026

Ia juga menikmati lingkungan kerja dan pertemuannya dengan para pemain lain.

Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2026. Film ini membawa kisah yang terinspirasi dari sejarah Aceh ke dalam kemasan historical fantasy action dengan pendekatan cerita yang lebih fiktif. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: