Seniman Begok Oner Juara Lewat Lukisan Urban yang Terinspirasi Grafiti Gua Purba
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Karya ini berangkat dari ketertarikan saya kepada dinding sebagai ruang sosial dan medium komunikasi manusia. Memahami coretan dinding itu bukan sekadar representasi visual, tapi tindakan sosial," ungkap Begok Oner kepada media di Ashta District, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).
Seni yang Melampaui Batas Kanvas
Menurut Begok, manusia purba meninggalkan jejak di dinding gua jauh sebelum bahasa tulis diciptakan.
"Ketika manusia prasejarah meninggalkan jejak di.dinding, itu mendahului bahasa. Ribuan tahun berlalu, kita tetap sama: terus mencari cara untuk berteriak, mengungkapkan siapa diri kita, dan terhubung satu sama lain," tambahnya.
| Baca Juga: 21 Atlet Muda Indonesia Sabet Emas di Asian Music Games Malaysia 2026
Melalui karyanya, Begok membuktikan bahwa seni jalanan dan material bangunan murahan seperti semen bisa bertransformasi menjadi bahasa kemanusiaan yang berkelas dunia.
"Melalui karya ini, saya hanya ingin mengingatkan satu hal: meskipun teknologi dan cara kita berkomunikasi terus berubah cepat, kebutuhan dasar manusia untuk berekspresi, berbagi luka, cerita, dan terhubung dengan sesamanya tidak akan pernah mati," tutup Begok.
Memadukan Kekuatan Teknis dan Filosofis
Kekuatan utama karya kelahiran 15 Februari 1998 di Cilacap, Jawa Tengah itu bukan hanya pada gagasannya yang filosofis, melainkan eksekusi teknisnya yang sangat radikal. Begok tidak lagi tunduk pada pakem kanvas konvensional yang datar dan rapi.
Ia menciptakan karya dengan ilusi tekstur dinding yang begitu nyata menggunakan campuran semen plester, kanvas, hingga kombinasi styrofoam.
| Baca Juga: Joheirry Mola Jadi Miss World 2026, Sosok Guru dan Jurnalis yang Peduli Pendidikan Anak
Permukaannya dipahat dan ditatah (carving) sedemikian rupa sehingga menciptakan efek relief yang bergelombang, kasar, dan penuh luka—persis seperti permukaan tembok gang-gang sempit perkotaan.



