Film 'Conjurig' Angkat Kisah para 'Hantu' di Jalan Braga Kota Bandung
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Sebulan kadang dapat 100 ribu kalau ramai 200 ribu. Dari dulu yang liar sampai ratusan orang ditertibkan Satpol PP, sekarang jauh lebih tertib ada kuota 40 orang bergantian. Premis besar yang ingin saya angkat di sini adalah kejujuran," sambungnya.
Debut Dito Darmawan & Shella Fernanda
Bagi Dito Darmawan yang memerankan tokoh utama bernama Piit, proyek ini menjadi tonggak baru dalam kariernya karena didapat tanpa melalui proses casting formal.
"Dari karakter Piit, aku belajar bahwa nggak apa-apa melewati fase mencari jati diri meski harus banyak mentoknya. Pas preparation, aku turun langsung ke jalan ditemani Kang Anjun. Mereka pakai kostum dan make up berat setiap hari itu butuh keikhlasan luar biasa," ungkap Dito.
| Baca Juga: Akting Bareng Tom Holland, Sabrina Carpenter Jadi Ginger Rogers di Biopik Fred Astaire
Sementara itu, Shella Fernanda yang dikenal sebagai anggota girl group StarBe mengaku tertantang keluar dari zona nyamannya saat dipercaya melakoni debut layar lebarnya sebagai Susan.
"Ini pertama kalinya aku main film layar lebar, biasanya dance dan nyanyi. Untungnya aku asli Bandung, jadi dialog 'Nyunda' nggak terlalu kaku. Di lokasi juga ketawa terus karena lawan mainnya purely lucu tanpa dibuat-buat," tutur Shella.
Ferry Maryadi Tertekan Jadi Pejabat
Aktor serba bisa Ferry Maryadi berhasil mengocok perut lewat karakternya sebagai seorang pejabat. Kendati berdarah Sunda, Ferry mengaku tetap memikul beban peran yang tidak enteng.
"Peran paling berat buat saya adalah ngerem omongan karena di sini saya jadi pejabat, sementara sekeliling saya jurig (hantu) hungkul. Mau ngomong sompral seenaknya ada pangkat," kata Ferry.
"Tapi kalau di orang Sunda, kata-kata seperti 'unyang-anjing' atau 'goblog' itu bukan makian kotor, melainkan imbuhan bentuk keakraban kalau sudah brother banget," sambungnya.
Ferry juga membeberkan bahwa candaan spontan menggonta-ganti nama ajudan (Agus, Asep, Dadang) merupakan hasil improvisasi langsung di set demi menambah warna komedi yang segar dan natural.







