Kisah Leo/Daniel: Dari The Babies hingga Dua Emas Bulu Tangkis Asian Games 2026
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Dua setengah tahun setelah sempat dipisahkan, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin kembali ke panggung besar sebagai pasangan dan langsung membawa pulang dua medali emas bulu tangkis Asian Games 2026.
Tidak hanya dari nomor ganda putra perorangan, mereka juga ikut mengantarkan Indonesia juara beregu putra di Aichi-Nagoya.
Perjalanan menuju podium itu tidak sesederhana kelihatannya. Ada fase bongkar pasang pasangan, cedera, jeda panjang, sampai kesempatan tampil di Asian Games yang datang pada menit-menit terakhir.
| Baca Juga: Dulu Aktor Cilik 'Descendants of the Sun', Joel Jin Nwamadi Kini Raih Perunggu di Asian Games 2026
Bermula dari Duo Junior
Leo dan Daniel bukan pasangan yang baru dipertemukan pada 2026.
Keduanya sudah bermain bersama sejak usia junior dan mulai mencuri perhatian setelah menjuarai Asia Junior Championships 2019 serta World Junior Championships 2019.
Dari situlah julukan The Babies melekat pada mereka. Di level senior, keduanya kemudian meraih beberapa gelar, termasuk Singapore Open 2022 dan dua gelar Indonesia Masters pada 2023 dan 2024.
Namun, performa mereka mulai dianggap stagnan setelah kemenangan di Indonesia Masters 2024. Situasi itu membuat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan bongkar pasang.
Leo kemudian dipasangkan dengan Bagas Maulana, sedangkan Daniel bersama Muhammad Shohibul Fikri.
| Baca Juga: Tepati Janji pada Kai EXO, Atlet Wushu Hong Kong Lydia Sham Raih Medali Emas Asian Games 2026
Tak lama kemudian, perjalanan Daniel terganggu cedera lutut kiri yang membuatnya harus menjalani operasi dan absen sekitar satu tahun.
Kembali Bertemu, Langsung Juara
Setelah Daniel pulih, Leo dan Daniel dipasangkan kembali pada 2026. Thailand Open 2026 menjadi turnamen pertama mereka setelah reuni.
Hasilnya cukup mencuri perhatian, mereka langsung menjadi juara setelah mengalahkan pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di final.
Menurut asisten pelatih ganda putra PBSI Chafidz Yusuf, salah satu perubahan penting ada pada chemistry dan komunikasi.
| Baca Juga: 21 Atlet Muda Indonesia Sabet Emas di Asian Music Games Malaysia 2026
Keduanya memang masih perlu menyesuaikan permainan, tetapi tujuan yang sama untuk kembali menjadi juara membuat mereka lebih klop di lapangan.
Kesempatan Terakhir yang Tidak Disia-siakan
Menjelang Asian Games 2026, Leo/Daniel termasuk pasangan yang dipercaya tampil setelah keputusan tim ditetapkan pada menit-menit terakhir.
Daniel mengaku situasi tersebut justru menjadi motivasi untuk memaksimalkan kepercayaan pelatih dan pengurus.
Di Asian Games 2026, mereka mengalahkan pasangan nomor satu dunia Kim Won Ho/Seo Seung Jae di semifinal sebelum menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang di final.
| Baca Juga: Istri Sempat Ilfeel, Begini Kisah Cinta Kadam Sidik dan Najma Tsuroyya
Setelah kalah pada sesi pertandingan pertama, Leo/Daniel membalikkan keadaan dan menang dengan skor 19-21, 21-13, 21-18.
Leo menyebut kepercayaan diri dan komunikasi menjadi bagian penting dalam kemenangan tersebut. Daniel pun menegaskan mereka ingin belajar dari kegagalan sebelumnya dan tidak mengulang kesalahan yang sama. (*)







