Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Pebalet klasik Indonesia sekaligus pendiri Marlupi Dance Academy (MDA), Marlupi Sijangga, tutup usia pada Kamis (5/11/2026) pukul 03.51 WIB. Legenda balet itu mengembuskan napas terakhir di RS Adi Husada Undaan, Surabaya, di usia 89 tahun.

Kepergian Marlupi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, murid-murid, dan orang-orang yang mengenal sosoknya dengan baik. Karangan bunga berjejer rapi di sepanjang pintu masuk Rumah Duka Adijasa Surabaya.

Ruang persemayamannya dipenuhi dekorasi serba pink dan bunga mawar. Warna serta bunga favoritnya. Putri sulung Marlupi, Fifi Sijangga, menceritakan, sebelum meninggal, ibundanya ibu sempat dirawat di rumah sakit kurang lebih dua pekan akibat pneumonia.

| Baca Juga: Marlupi Sijangga Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Pendiri Marlupi Dance Academy

Selama menjalani perawatan, Marlupi sebenarnya masih dalam keadaan sadar dan bisa berkomunikasi dengan keluarga. Bahkan,dia masih mengikuti perkembangan MDA yang dibangunnya sejak tahun 1956.

Karena kondisinya sempat membaik. Marlupi meminta pulang untuk berobat jalan. Permintaan itu dipenuhi keluarga. Pada Selasa (3/11/2026), Fifi mengatakan, ibunya nampak senang bisa kembali ke rumah.

Sayang, kondisi Marlupi kembali menurun pada malam harinya. ”Besok paginya kondisinya seperti mulai koma, lalu kami langsung bawa ke rumah sakit lagi. Hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Fifi ditemui di Rumah Duka Adijasa, Surabaya, Jumat (6/11/2026).

| Baca Juga: Misi Besar Fifi Sijangga di Ulang Tahun ke-70 Marlupi Dance Academy

Di mata Fifi, sang ibu punya semangat juang yang besar. Marlupi bukan tipe orang yang mudah puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Wanita kelahiran 13 Maret 1937 itu selalu memiliki keinginan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.

Bahkan di usia senja, Marlupi masih aktif mengamati perkembangan sekolah balet di luar negeri. Salah satunya saat mengunjungi Royal Ballet School di London bersama murid-murid MDA yang mendapatkan beasiswa.

Di sana, ia masih memperhatikan teknik dan kualitas para penari muda. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan kualitas pendidikan balet di sekolahnya.

| Baca Juga: Gelar Pementasan 'Snow White', Marlupi Dance Academy Peringati 70 Tahun Perjalanan Seni Balet Indonesia

1 2

Tags: