Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Film versi lama mengisahkan Marcel, pria dengan penyakit otot kronis, yang terobsesi kepada menantunya, Simone. Fokus ceritanya lebih banyak menekankan kondisi batin tokoh utama melalui pikiran dan ingatannya.

Sementara versi Wayne Wang memindahkan kisah ke Tokyo masa kini, menghadirkan Susu sebagai perempuan asal China dan mengubah fokus menjadi interaksi, ruang keluarga, serta ketegangan psikologis.

| Baca Juga: Foto 1954-2026 Bikin Heboh, Jackie Chan Lagi-lagi Diisukan Meninggal

Apa Kata Kritikus?

Respons kritikus di TIFF juga tidak sepenuhnya satu arah. Dilansir dari Variety, beberapa kritikus menilai adaptasi 'Diary of a Mad Old Man' punya sejumlah pembaruan menarik, tetapi hasil akhirnya terasa kurang menggigit dan cenderung lamban.

Sementara itu, ScreenAnarchy melihat film tersebut justru seperti anti-erotik karena hasrat Utsugi lebih banyak hadir sebagai obsesi, rasa sepi, dan kebutuhan untuk tetap merasa hidup.

Fan Bingbing sendiri tidak ingin Susu dilihat hanya sebagai korban atau sosok yang sengaja memanfaatkan Utsugi.

Dalam wawancara dengan Variety, ia menjelaskan bahwa karakter itu berada di posisi yang rumit, antara kebutuhan ekonomi, tuntutan keluarga, kesepian, dan ketimpangan hubungan.

| Baca Juga: Teuku Ryan Disebut Mirip Joo Sang Wook 'Agent Kim Reactivated', Setuju?

Menariknya, 'Diary of a Mad Old Man' datang saat Fan sedang memperluas kiprahnya di panggung internasional. Di TIFF 2026, ia menerima Special Tribute Award, penghargaan yang diberikan sebagai pengakuan atas perjalanan kariernya.

Film itu selanjutnya dijadwalkan tayang di Busan International Film Festival pada Oktober 2026 dan masuk Gala Selection Tokyo International Film Festival pada November mendatang. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: