Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Fan Bingbing kembali menjadi sorotan setelah film terbarunya, 'Diary of a Mad Old Man', menuai kontroversi karena mengangkat tema hubungan tabu antara mertua dengan menantu.

Karya layar lebar arahan sutradara Wayne Wang tersebut dipermasalahkan karena Fan memerankan Susu, menantu seorang pria lanjut usia yang mengalami ketertarikan seksual terhadapnya.

Film 'Diary of a Mad Old Man' menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada 18 September 2026.

Film tersebut saat ini masih berkeliling festival, termasuk Busan dan Tokyo. Belum ada jadwal rilis bioskop umum yang terverifikasi.

Kenapa Perannya Jadi Kontroversi?

Kontroversi film ini bukan sekadar karena Fan memainkan karakter yang sensual. Masalah utamanya terletak pada hubungan Susu dengan Utsugi, ayah mertuanya yang berusia lanjut dan mengalami kelumpuhan setelah stroke.

| Baca Juga: Laris Manis, Film 'The Assassin(s)' Lee Min Ho Justru Dilaporkan ke Polisi

Dalam cerita, Susu menjadi salah satu orang yang merawat Utsugi. Namun, sang mertua mulai membaca tindakan-tindakan biasa sebagai tanda ketertarikan.

Salah satu cuplikan yang dirilis memperlihatkan Susu mengatakan ia akan mandi dan membiarkan pintu terbuka, yang kemudian ditafsirkan Utsugi sebagai kemungkinan ajakan.

Film 'Diary of a Mad Old Man' juga menggunakan sejumlah situasi sugestif dan fantasi dari sudut pandang Utsugi. Meski begitu, bukan berarti film ini menampilkan hubungan tersebut secara sederhana sebagai kisah asmara.

Festival Busan menggambarkannya sebagai cerita tentang keinginan, ketergantungan, dan bagaimana Utsugi memaknai tindakan Susu melalui perspektifnya sendiri.

| Baca Juga: Heboh! Fan Bingbing Diisukan Punya Anak dari Pengusaha Kripto

Bedanya dengan Film 1987

Film 'Diary of a Mad Old Man' bukan cerita baru. Kisahnya diadaptasi dari novel Jun'ichiro Tanizaki dan sebelumnya sudah pernah dibuat menjadi film oleh Lili Rademakers pada 1987.

Film versi lama mengisahkan Marcel, pria dengan penyakit otot kronis, yang terobsesi kepada menantunya, Simone. Fokus ceritanya lebih banyak menekankan kondisi batin tokoh utama melalui pikiran dan ingatannya.

Sementara versi Wayne Wang memindahkan kisah ke Tokyo masa kini, menghadirkan Susu sebagai perempuan asal China dan mengubah fokus menjadi interaksi, ruang keluarga, serta ketegangan psikologis.

| Baca Juga: Foto 1954-2026 Bikin Heboh, Jackie Chan Lagi-lagi Diisukan Meninggal

Apa Kata Kritikus?

Respons kritikus di TIFF juga tidak sepenuhnya satu arah. Dilansir dari Variety, beberapa kritikus menilai adaptasi 'Diary of a Mad Old Man' punya sejumlah pembaruan menarik, tetapi hasil akhirnya terasa kurang menggigit dan cenderung lamban.

Sementara itu, ScreenAnarchy melihat film tersebut justru seperti anti-erotik karena hasrat Utsugi lebih banyak hadir sebagai obsesi, rasa sepi, dan kebutuhan untuk tetap merasa hidup.

Fan Bingbing sendiri tidak ingin Susu dilihat hanya sebagai korban atau sosok yang sengaja memanfaatkan Utsugi.

Dalam wawancara dengan Variety, ia menjelaskan bahwa karakter itu berada di posisi yang rumit, antara kebutuhan ekonomi, tuntutan keluarga, kesepian, dan ketimpangan hubungan.

| Baca Juga: Teuku Ryan Disebut Mirip Joo Sang Wook 'Agent Kim Reactivated', Setuju?

Menariknya, 'Diary of a Mad Old Man' datang saat Fan sedang memperluas kiprahnya di panggung internasional. Di TIFF 2026, ia menerima Special Tribute Award, penghargaan yang diberikan sebagai pengakuan atas perjalanan kariernya.

Film itu selanjutnya dijadwalkan tayang di Busan International Film Festival pada Oktober 2026 dan masuk Gala Selection Tokyo International Film Festival pada November mendatang. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: