Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Memerankan Romo Rendra kembali membawa tantangan tersendiri bagi Lukman Sardi dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Selain harus menjalani adegan eksorsisme, aktor 55 tahun itu juga perlu mempelajari doa berbahasa Latin secara lebih mendalam.

Lukman mengaku persiapan tersebut tidak berhenti pada menghafal teks. Ia bersama pemain lain mendapat latihan dari Romo Rubini, pastor Gereja Katolik yang memiliki lisensi untuk melakukan eksorsisme.

“Untuk peran sebagai Romo Rendra, kami latihan berdoa dalam bahasa Latin sama Romo Rubini (pastor gereja Katolik yang memiliki lisensi untuk melakukan eksorsisme),” katanya kepada awak media di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,

Latihan itu juga membuat Lukman harus memahami arti dari doa yang diucapkan. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar dialog dalam bahasa Latin tidak sekadar terdengar seperti hafalan.

| Baca Juga: Teror Rephaim Terungkap dalam Trailer Resmi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

“Dengan begitu, kami harus mengerti arti doa yang kami ucapkan. Sehingga tak sekadar pelafalan saja,” katanya.

Pelafalan menjadi bagian lain yang harus diperhatikan. Lukman menjelaskan, ada rangkaian kata dalam doa yang harus diucapkan tanpa jeda karena pemisahan pengucapan dapat memengaruhi maknanya.

“Jadi penyebutan dan pelafalan doanya harus diperhatikan. ‘Oh doa ini harus jadi satu ngucapnya, enggak boleh terputus-putus, karena nanti bisa mengubah arti’. Kami semua harus tahu itu,” tuturnya.

Pengalaman Lukman di film kedua ini juga tidak hanya berkaitan dengan adegan eksorsisme. Salah satu momen yang paling ia ingat justru berasal dari adegan bersama Lydia Kandou, yang berperan sebagai Suster Aloysia.

| Baca Juga: Sisca Saras Bertukar Voice Note dengan Lydia Kandou demi Peran di Sekuel 'Kuasa Gelap'

Keduanya memiliki satu adegan percakapan di atas jembatan. Lukman mengaku sempat merasa gugup karena harus beradu akting dengan Lydia Kandou, yang menurutnya merupakan salah satu sosok senior di dunia perfilman Indonesia.

“Bisa satu scene bersama Tante Lydia Kandou tuh sesuatu yang luar biasa buat saya. She is one of the legend dan dia orang yang sangat luar biasa lah,” ujar Lukman.

Rasa gugup itu sudah dirasakan Lukman sejak awal menjalani proses pengambilan gambar adegan tersebut.

“Pokoknya kalau waktu itu saya mengalamin syuting tuh dari awal sebenarnya saya sudah lumayan nervous,” kata Lukman.

Menurut Lukman, percakapan antara Romo Rendra dan Suster Aloysia menjadi bagian penting karena memperlihatkan hubungan dekat kedua karakter. Suster Aloysia digambarkan sebagai sosok yang sudah lama mengenal Romo Rendra.

“Nervous banget karena itu sebuah scene yang mungkin kelihatannya biasa saja, tapi it's so meaningful. Bagaimana pembicaraan antara Romo Rendra dan Suster Aloysia yang memang, apalagi Suster Aloysia itu sudah sangat mengenal Romo Rendra itu seperti apa,” tuturnya.

Melalui adegan tersebut, Lukman melihat sisi lain dari karakter Romo Rendra. Seorang pemuka agama dalam cerita tetap digambarkan sebagai manusia yang membutuhkan dukungan ketika menghadapi persoalan.

“Nah, ini kan kami gambarin juga bahwa Romo itu seorang manusia biasa yang dia perlu dikuatkan juga,” kata Lukman.

| Baca Juga: Penampilan Terakhir Anne Hathaway di Red Carpet 2026 Sebelum Hiatus

“Dan itu dia dapat dari karakter Suster Aloysia yang dianggap sudah sebagai ibunya dia,” sambungnya.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah merupakan kelanjutan dari film Kuasa Gelap yang dirilis pada 2024. Film pertama tersebut tercatat meraih lebih dari 1,4 juta penonton di bioskop Indonesia.

Sekuel ini kembali mempertemukan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra dengan Jerome Kurnia yang memerankan Romo Thomas. Film arahan Rizal Mantovani tersebut ditulis oleh Andri Cahyadi dan Robert Ronny.

Selain Lukman dan Jerome, film ini juga dibintangi Febby Febiola, Venly Arauna, Keysha Angelica, Sisca Saras, Lydia Kandou, Kiki Narendra, Ferry Salim, serta Faiz Vishal. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: