Barasuara Bongkar Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk OST Film GJLS
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Grup musik Barasuara resmi dipercaya untuk mengisi original soundtrack (OST) film terbaru produksi trio komedian GJLS (Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir) yang bertajuk GJLS: Berapi-Api. Lagu pengisi film tersebut diberi judul 'Api dan Mimpi'.
Grup ini digawangi oleh Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), dan Puti Chitara (vokal).
Vokalis sekaligus gitaris Barasuara, Iga Massardi, menceritakan awal mula keterlibatan bandnya, bermula dari pesan langsung (direct message/DM) media sosial dari Rigen Rakelna.
"Suatu hari Rigen kirim DM ke saya, 'Bang, mau bikin film nih GJLS, 'terus mau bikin original soundtrack, Barasuara mau enggak?'.'Kayaknya enggak dulu deh, Gen,'" kelakar Iga Massardi mengenang respons awalnya.
| Baca Juga: 'GJLS' Kembali ke Layar Lebar, 'Berapi-Api' Jadi Pemadam Kebakaran
Setelah candaan tersebut, obrolan berlanjut ke tahap yang lebih serius. Iga bersama Gerald Situmorang dan TJ Kusuma kemudian diundang untuk menonton materi film secara langsung sekaligus berdiskusi mengenai jalan cerita bersama sutradara, Monty Tiwa.
"Nonton filmnya diceritain juga premisnya sama sutradara, Mas Monty. Pas nonton filmnya kemudian dapat gambaranlah kira-kira nih lagunya mau bercerita tentang apa. Pasti ada persahabatan, kemudian juga ada damkar (pemadam kebakaran) dan lain-lain," papar Iga saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026).
Eksperimen Lirik Berpola 'G-J-L-S'
Sepulang dari sesi menonton, para personel langsung menuju studio rekaman. Barasuara yang saat itu mengantongi cukup banyak draf lagu memutuskan untuk mengulik draf milik gitaris, TJ Kusuma.
Judul langsung muncul secara spontan di benak Iga 'Api dan Mimpi'. Uniknya, Iga memiliki konsep penulisan lirik yang sangat terencana, yakni menyisipkan akronim nama grup komedi GJLS pada bait liriknya.
| Baca Juga: Jakarta World Cinema 2026 Hadirkan Karya Film Pemenang Cannes, Venesia, dan Berlin
"Ada niatan memang dari awal untuk nulis liriknya itu dimulai dari singkatan G, J, dan L, S. Jadi ya akhirnya itulah ada goresan luka dan lain-lain. Jadi emang lagu ini dimulai dengan G, J, L, S. Kemudian begitu saya coba nyanyiin pakai melodi yang dibikin sama TJ, ternyata semuanya pas," jelas Iga.
Aransemen lagu kemudian dikembangkan bersama Gerald, TJ, serta menambahkan unsur vokal grup (choir) agar memberikan dinamika penutup yang megah.
"Lagunya itu dari yang ibaratnya rock, uplifting, terus kemudian ditutup dengan choir dan dengan dinamika musik yang sebetulnya lebih pelan tapi karena ada choir jadi lebih megah. Habis itu dipresentasikanlah, dikirim ke Rigen, ke Rispo, sama Hifdzi," tambah Iga.
Proyek yang Sempat Tertunda
Pemain bass Barasuara, Gerald Situmorang, mengungkapkan bahwa kerja sama antara Barasuara dan GJLS sebenarnya sudah disepakati jauh sebelum film lain seperti Sore. Proyek ini sempat tertunda dari jadwal awal yang direncanakan.
| Baca Juga: Penampilan Terakhir Anne Hathaway di Red Carpet 2026 Sebelum Hiatus
"Mungkin banyak yang enggak tahu sebenarnya kita sudah deal duluan dari tahun 2024. Sebelum film Sore, sebenarnya GJLS sudah tertarik bikin soundtrack sama Barasuara," kata Gerald.
"Jadi kita tuh sudah sempat deal-dealan buat GJLS. Harusnya film yang pertama. Tapi waktu itu ada band dari Jogja yang akhirnya ngisi. Namanya Orkes Pensil Alis," sambungnya.
Gerald menambahkan, menciptakan lagu khusus dari nol untuk sebuah film merupakan salah satu cita-cita Barasuara yang baru terwujud lewat proyek ini.
Iga membocorkan bahwa 'Api dan Mimpi' merupakan lagu pertama Barasuara yang lahir murni dari draf ciptaan TJ Kusuma.
| Baca Juga: Kawai Labiba Jalani 7 Makeup Berbeda, Dari Sosok Sehat Hingga jadi Hantu Gentayangan
Menanggapi hal tersebut, TJ Kusuma mengungkapkan rasa harunya karena dipercaya menggarap lagu ini.
"Kalau gua sih terharu sebenarnya. Terima kasih juga untuk GJLS karena percaya sama Barasuara untuk menggarap lagunya. Mudah-mudahan perjalanannya menyenangkan, mulus, dan sesuai atau melebihi harapan," ungkap TJ.
Musik Serius untuk Film Komedi GJLS
Menjawab pertanyaan mengenai mengapa Barasuara memilih aransemen dan pendekatan yang serius untuk trio komedian GJLS, Iga membandingkannya dengan proyek komedi lain seperti Podcast Seminggu.
"Kalau si GJLS ini emang ada kebutuhan untuk bisa merangkum alur ceritanya di dalam lagu. Jadi memang secara konteks, secara makna penuturan juga harus diperhatikan. Karena kalau kita bikin penceritaan yang terpisah dari filmnya, enggak akan ada korelasinya nanti ya," terang Iga.
| Baca Juga: Laris Manis, Film 'The Assassin(s)' Lee Min Ho Justru Dilaporkan ke Polisi
Ia menegaskan bahwa Barasuara selalu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) mutu kualitas musik yang ketat pada setiap karyanya.
"Kami punya SOP-SOP lah tanda kutip yang kalau bisa tuh tetap dijaga standar kualitas musiknya supaya tidak mengecewakan kami dan pendengar. Jadi kami membuat musik yang bisa ngasih nilai plus ke filmnya," tegasnya.
Iga berharap 'Api dan Mimpi' dapat saling menopang secara kohesif dengan film GJLS: Berapi-Api, sekaligus mampu berdiri sendiri ketika dibawakan di atas panggung musik.
"Prioritasnya adalah semoga si 'Api dan Mimpi' dengan GJLS: Berapi-Api ini bisa jalan bareng dan menemukan cross audience. Yang belum tahu Barasuara bisa tahu Barasuara lewat film GJLS, dan sebaliknya," papar Iga.
"Penonton atau pendengar Barasuara juga bisa tertrigger untuk nonton film ini lewat soundtrack-nya. Jadi semoga bisa menjadi sebuah simbiosis mutualisme antara musik dan film," pungkas Iga. (*)







