Dua Kali Disuntik Mati, Narapidana Wanita AS Ini Tetap Hidup!
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleBBC melaporkan bahwa penggunaan pentobarbital sebagai 'alat' untuk eksekusi mati sebenarnya sangat kontroversial. Pemerintah federal AS sempat melakukan peninjauan ulang karena menilai adanya kemungkinan obat tersebut memberikan rasa sakit dan penderitaan tidak perlu.
Perdebatan mengenai penggunaan pentobarbital semakin memanas setelah insiden kegagalan eksekusi mati Christa Pike.
| Baca Juga: Jasad Surakman, ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano
Siapa Christa Pike?
Pike terjerat kasus pembunuhan pada 1995 silam ketika usianya masih 18 tahun. Kala itu, ia bersama kekasihnya, Tadaryl Shipp, dan temannya, Shadolla Peterson, membunuh teman sekelasnya, Colleen Slemmer.
Setelah dilakukan penyelidikan, ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati.
Menurut dokumen pengadilan, seperti yang dikutip dari USA Today, Pike melakukan aksi keji tersebut karena meyakini korban menyukai kekasihnya.
Jaksa menuliskan laporan bahwa Pike melukai perut korban menggunakan pisau. Saat korban meminta ampun, ia justru semakin menyerangnya dengan membabi buta, termasuk menendang wajah hingga menghantam bagian belakang kepala korban menggunakan batu.
| Baca Juga: Mirip Jennifer Lopez, Mugshot Pelaku Pencurian Baterai Ini Viral
Parahnya lagi, Pike dituding memamerkan potongan tengkorak korban kepada seorang teman.
Bagaimana Nasib Christa Pike Setelah Gagal Dieksekusi Mati?
Saat ini, Pike masih menjalani perawatan medis. Belum ada informasi lebih lanjut apakah wanita itu akan menjalani eksekusi lagi. (*)







