Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Zayn Malik tidak terima dirinya disebut tidak mendukung Palestina hanya karena ucapan soal ketegangan politik dunia ketika tampil di konser solonya di Chile pada Jumat (2/10/2026).

Melansir dari sejumlah sumber, mantan kekasih model Gigi Hadid itu membicarakan soal kekacauan politik yang belakangan ramai diberitakan media di tengah-tengah penampilannya.

"Saya melihat banyak hal kacau di media saat ini, politik di sana sini. Saya hanya ingin mengatakan satu hal, menurut saya, tidak ada satu pun nyawa yang tidak berarti," ujarnya dari atas panggung.

Perkataan Zayn tersebut memicu gelombang kritik, sebab ia tidak menjelaskan tentang 'hal kacau' apa yang dimaksud.

| Baca Juga: Momen Zayn Malik Rayakan Ulang Tahun Anak yang ke-6 Tanpa Gigi Hadid

Sejumlah netizen lantas menduga ia mencoba 'bermain aman' dengan tidak menyebutkan Palestina secara gamblang, mengingat nama negara itu memang menjadi topik sensitif beberapa waktu terakhir.

Menanggapi isu tersebut, Zayn Malik pun buka suara. Melalui unggahan Instagram story di akun pribadinya, Minggu (4/10/2026), ia membagikan ulang cuitan X-nya dari 2014 yang menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Zayn Malik menyuarakan dukungan untuk Palestina. Foto: Dok. Instagram @zayn

"Untuk orang-orang yang bingung, silakan cek tanggalnya," tulisnya.

Melalui unggahan tersebut, Zayn Malik menegaskan bahwa ia sudah lama mendukung kemerdekaan Palestina, bahkan ia sempat mendapat ancaman pembunuhan karena menyuarakan dukungannya di ruang publik.

| Baca Juga: Ed Sheeran Menangis di Panggung Usai Depak Macklemore Imbas Polemik Pro-Palestina

Sebagai informasi, mantan anggota One Direction itu pernah mendapatkan berbagai ancaman dan menghadapi tekanan publik setelah membagikan tagar FreePalestine di akun X pribadinya.

Meski demikian, ia tidak gentar dan terus menyuarakan dukungan kemanusiaan untuk Palestina.

Dibandingkan dengan Ed Sheeran

Sikap Zayn Malik dibandingkan warganet dengan Ed Sheran yang beberapa waktu lalu juga sempat terseret kontroversi terkait Palestina.

Kontroversi yang menyeret Ed berawal dari aksi rapper Macklemore yang meneriakkan "Free Palestine" ketika membuka konser pelantun 'Photograph' itu di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.

| Baca Juga: Dihina Punya 'Tato Jelek', Chaeyoung TWICE Balas Menohok: Ibuku Ikut Saat Tato Pertama

Tidak lama setelahnya, pihak penyelenggara mengumumkan bahwa Macklemore telah dicoret dari daftar penampil pembuka tur konser Ed Sheeran di Amerika Serikat.

Ed menegaskan bahwa pencoretan Macklemore sepenuhnya merupakan keputusan promotor dan venue yang melarang para penampil untuk membahas topik-topik tertentu ketika tampil.

Penyanyi berusia 35 tahun itu menyebut situasi yang menimpanya menampatkannya dalam posisi yang sulit. Sebagai musisi, ia ingin sepenuhnya berkarya tanpa menyinggung isu politik.

"Saya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, namun situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia," tuturnya di konsernya di Philadelphia pada Sabtu (19/9/2026).

Sikap Ed tersebut dinilai netizen sebagai 'langkah aman' demi mempertahankan bisnis dengan tidak menyinggung isu politik di panggung. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: