Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Kalimat 'I am Jane Doe' memenuhi TikTok, Instagram, dan Threads dalam beberapa hari terakhir. Ribuan pengguna ikut menuliskan nama tersebut sebagai bentuk solidaritas untuk seorang mantan mahasiswa Cornell University yang menggunakan pseudonim Jane Doe dalam gugatan terkait dugaan kekerasan seksual di kampus.

Gerakan ini sekaligus ditujukan untuk mengaburkan upaya mencari identitas aslinya di internet. Kontennya dibuat dalam berbagai format, mulai dari video TikTok hingga Reels Instagram.

Sejumlah pengguna juga membagikan pengalaman pribadi terkait kekerasan seksual melalui unggahan mereka. Pesan yang beredar di media sosial antara lain, “I am Jane Doe” yang berarti “Saya adalah Jane Doe”.

Aksi Solidaritas Warganet. Foto: Tiktok

Ada pula pesan, "You are Jane Doe, I am Jane Doe, we are ALL Jane Doe until no one is Jane Doe," yang berarti "Kamu adalah Jane Doe, saya adalah Jane Doe, kita semua adalah Jane Doe sampai tidak ada lagi yang menjadi Jane Doe."

| Baca Juga: Dugaan Mahasiswi Cornell University Dirudapaksa 7 Pria Hebohkan AS, Begini Kronologinya

Postingan Mendukung Jane Doe. Foto: Tiktok

Sementara itu, kalimat "We are all Jane Doe until nobody is" dapat diartikan sebagai "Kita semua adalah Jane Doe sampai tidak ada lagi yang menjadi Jane Doe."

Pesan tersebut bukan berarti para pengguna mengaku sebagai korban dalam kasus Cornell. Mereka menggunakan nama yang sama untuk membuat informasi tentang korban semakin sulit dilacak.

Kenapa Mendadak Ramai?

Gelombang ini menguat setelah gugatan perdata Jane Doe terhadap Cornell University dan tujuh anggota persaudaraan Chi Phi, yang merupakan organisasi persaudaraan mahasiswa (fraternity), menjadi sorotan publik pada September 2026.

Dalam gugatannya, perempuan tersebut menuduh dirinya mengalami kekerasan seksual setelah diduga dibuat tidak berdaya oleh alkohol dan obat-obatan di rumah persaudaraan pada Oktober 2024.

| Baca Juga: Mirip Jennifer Lopez, Mugshot Pelaku Pencurian Baterai Ini Viral

Tujuh pria yang dituduh membantah melakukan kesalahan, dan belum ada dakwaan pidana terhadap mereka.

Identitas korban sengaja menggunakan Jane Doe, nama samaran yang lazim digunakan dalam dokumen hukum Amerika Serikat untuk melindungi seseorang dalam perkara sensitif.

Ketika muncul upaya di media sosial untuk mencari nama aslinya, pengguna lain justru membanjiri internet dengan 'I am Jane Doe' agar algoritma dan pencarian digital semakin sulit menentukan siapa sebenarnya korban.

Siapa Jane Doe?

Jane Doe bukan nama asli korban. Ia adalah mantan mahasiswa Cornell yang kini memilih tetap anonim. Dalam gugatan, ia menyampaikan tuduhan terhadap tujuh pria dan universitas.

| Baca Juga: Dua Kali Disuntik Mati, Narapidana Wanita AS Ini Tetap Hidup!

Perlu diketahui, seluruh tuduhan tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum dan belum diputuskan sebagai fakta oleh pengadilan.

Kasus tersebut kembali mencuat karena penyelidikan pidana yang sebelumnya tidak menghasilkan dakwaan kini dibuka kembali.

Pada Kamis (1/10/2026), Gubernur New York Kathy Hochul menunjuk Jaksa Agung New York Letitia James sebagai jaksa khusus untuk menangani penyelidikan tersebut.

James mengatakan kantornya akan menjalankan proses berdasarkan fakta dan hukum.

| Baca Juga: Ogah Dilabeli Warga Biasa, Harry dan Meghan Markle Minta Dipanggil 'Public Figure'

Bagaimana Kondisi Cornell Sekarang?

Tekanan juga datang dari lingkungan kampus. Presiden Cornell Michael Kotlikoff menyatakan universitas mendukung penyelidikan eksternal dan akan melakukan peninjauan independen terhadap cara kampus menangani perkara tersebut.

Bab Chi Phi di Cornell, sendiri telah ditutup sejak 2024.

Situasinya menjadi semakin serius karena survei Cornell 2025 menemukan 35 persen mahasiswi jenjang sarjana yang merespons melaporkan pernah mengalami kontak seksual tanpa persetujuan selama berada di Cornell, naik dari 23 persen pada 2023.

Angka tersebut ikut memperbesar tuntutan agar masalah kekerasan seksual di kampus ditangani lebih serius. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: