Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Proses rekaman dilakukan di Art Sound Studio oleh Hardi, sedangkan mixing dan mastering dikerjakan oleh Raja di Ruang Hampa Studio.

Salah satu hal menarik dalam produksi lagu ini adalah keputusan untuk mempertahankan pelafalan huruf “R” Annisa yang masih cadel. Keunikan tersebut menjadi bagian dari karakter vokalnya, menjaga kesan alami seorang anak yang bernyanyi dengan caranya sendiri.

Tumbuh di Malaysia memberi Annisa pengalaman sebagai anak diaspora yang tetap dekat dengan karya Indonesia. Melalui “Hari Istimewa”, ia mencoba membuka ruang agar lagunya dapat dinikmati pendengar dari berbagai negara.

| Baca Juga: Gilang Ramadhan Jelajahi Ribuan Ritme Musik Nusantara Dari Aceh hingga Papua

Untuk pertama kalinya dalam karya orisinalnya, Annisa menggunakan bahasa Inggris pada bagian refrain. Pilihan ini menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan kebahagiaan kepada audiens yang lebih luas, sambil tetap membawa identitasnya sebagai anak Indonesia.

Perpaduan bahasa dan musik yang meriah membuat “Hari Istimewa” diarahkan menjadi lagu yang mudah dinyanyikan bersama dalam berbagai suasana perayaan.

Selain mengembangkan kemampuan tarik suara, Annisa juga aktif di dunia modeling. Pengalamannya mencakup penampilan di Taipei Fashion Week 2026 hingga The Catwalk Master Asia 2026.

Pada 8 Februari 2026, ia menerima penghargaan Inspiring Catwalker dalam ajang The Catwalk Master Asia yang digelar di Malaysia. Di acara tersebut, Annisa tidak hanya melangkah di atas catwalk, tetapi juga bernyanyi sebagai artis pembuka.

Annisa juga menjalankan peran sebagai Duta Anak Indonesia 2026 – Anti Bullying dari Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta. Peran tersebut sejalan dengan arah karya musiknya yang membawa pesan positif bagi anak-anak. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: