Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Menemukan benjolan pada payudara bisa membuat seseorang panik, dan pikiran tentang kanker sering muncul sebelum pemeriksaan dilakukan. Padahal, tidak setiap benjolan berarti kanker. Namun, mengabaikan perubahan pada payudara juga bukan pilihan yang tepat.

Di antara kedua sikap itu ada langkah sederhana yang kadang terlupakan, yakni mengenali kondisi payudara sendiri dan segera memeriksakan diri ketika menemukan sesuatu yang berbeda.

Pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI bisa dilakukan di rumah. Tujuannya bukan mendiagnosis kanker secara mandiri, melainkan membantu seseorang mengenali kondisi normal tubuhnya agar perubahan lebih cepat disadari.

Chairwoman Lovepink Indonesia, Dede Gracia, mengatakan SADARI dapat dimulai sejak perempuan mengalami menstruasi. “Begitu menstruasi itu sudah mulai melakukan SADARI, karena hormon kan sudah mulai bekerja,” kata Dede saat ditemui di kegiatan Indonesia Goes Pink 2026 di Plaza Indonesia Jakarta pada Minggu (4/10).

| Baca Juga: 70 Persen Kasus Kanker Payudara Ditemukan Saat Stadium Lanjut, Pentingnya Kenali Tubuh Sejak Muda

Perempuan yang masih menstruasi dapat melakukan cek mandiri pada hari ketujuh hingga kesepuluh setelah hari pertama menstruasi. Sedangkan yang sudah menopause bisa memilih tanggal tertentu setiap bulan agar menjadi kebiasaan.

Perubahan pada payudara dapat terjadi karena berbagai sebab, termasuk pengaruh hormonal menjelang menstruasi, sehingga benjolan yang ditemukan lewat SADARI tidak serta-merta berarti kanker.

Namun, bila muncul sesuatu yang sebelumnya tidak ada, terutama benjolan yang menetap atau mengganggu, pemeriksaan medis tidak boleh ditunda. “Kalau terjadi keanehan, misalnya kita sudah melakukan SADARI lalu merasa ada benjolan yang sangat mengganggu, yang biasanya enggak ada lalu ada, langsung pergi ke dokter untuk diperiksa,” ujar Dede.

Dokter kemudian menentukan pemeriksaan yang sesuai. USG payudara bisa menjadi pemeriksaan awal, terutama pada perempuan di bawah 40 tahun, sedangkan pada usia di atas itu dapat dilanjutkan dengan mammografi sesuai kondisi pasien.

| Baca Juga: 4 Mitos Kanker Payudara yang Masih Banyak Dipercaya

Bila ada jaringan yang perlu dicermati, biopsi dapat direkomendasikan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut jinak atau ganas. Artinya, SADARI tidak menjawab pertanyaan “apakah saya terkena kanker?”, tetapi membantu seseorang mengetahui apakah ada yang berubah pada tubuhnya. Sementara, jawaban atas pertanyaan tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan medis.

Deteksi dini menjadi penting karena masih banyak pasien yang baru mencari pertolongan ketika penyakit sudah lanjut. Berdasarkan data dari rumah sakit yang ditemuinya, Dede menyebut banyak pasien datang ketika kondisinya sudah pada stadium tiga atau lebih.

1 2 3

Tags: