Tak Semua Benjolan adalah Kanker, Namun Jangan Abaikan Perubahan pada Payudara
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google“Yang sudah datang itu sudah stadium maju, jadi sudah tiga ke atas,” ujar Dede, yang juga Ketua Indonesia Goes Pink 2026 dan Ketua Yayasan Daya Dara Indonesia.
“Begitu lebih dini, biaya yang dikeluarkan juga lebih sedikit dan untuk sembuhnya pun lebih besar,” lanjut dia. Karena itu, seseorang tidak seharusnya menunggu payudara terasa sakit sebelum memeriksakan diri.
| Baca Juga: PCOS Resmi Berganti Nama Jadi PMOS, Begini Penjelasan Dokter Kandungan
Kanker payudara memang lebih banyak terjadi pada perempuan, tetapi laki-laki juga bisa mengalaminya. Dede menyebut sekitar satu dari 100 pasien merupakan laki-laki, sehingga perubahan pada payudara tidak hanya perlu diperhatikan perempuan.
Tantangan lainnya adalah membuat orang mau memeriksakan diri saat tidak ada keluhan, padahal deteksi dini bertujuan menemukan masalah sebelum berkembang. Dari berbagai kegiatan pemeriksaan bersama komunitas, Dede melihat kesadaran mulai bergeser.
“Kesadaran untuk melakukan tanpa harus ada gejala sudah mulai ada,” ujarnya. Menurut dia, perubahan itu berawal dari rasa ingin tahu yang mendorong orang mencari informasi, lalu peduli, dan akhirnya memeriksakan diri.
Namun, menemukan kanker lebih awal bukan akhir dari perjalanan. Diagnosis dapat memunculkan berbatai ketakutan. Seperti soal pengobatan, keluarga, pekerjaan, perubahan tubuh, hingga masa depan. Dukungan orang sekitar menjadi penting dalam situasi ini.
| Baca Juga: Jangan Tergiur Harga Murah, Dokter Ungkap Cara Memilih Susu Anak
Dalam pendampingan bersama para penyintas, Dede melihat pengalaman sesama penyintas memberi perspektif berbeda bagi pasien.
“Begitu kita terkena, memang pasti banyak orang yang sedih, banyak yang down. Tapi karena Lovepink ini 99 persen adalah survivor kanker payudara, pada saat kita mendampingi mereka juga merasa bahwa ternyata kanker itu bisa mendapatkan harapan baru,” ujarnya. Diagnosis tidak otomatis berarti hidup berhenti. “Bukan akhir dari segalanya,” katanya.
Dukungan bagi pasien pun tidak sebatas biaya pengobatan. Ada pasien yang butuh penjelasan tentang langkah setelah hasil pemeriksaan keluar, bingung menjalani pemeriksaan lanjutan, atau butuh teman bicara saat takut menghadapi pengobatan. Pasien dapat menghubungi komunitas lewat pesan langsung atau email.
Pendampingan ke rumah sakit dilakukan dalam kondisi tertentu, tetapi belum berupa patient navigation yang menyeluruh. “Kita memang belum punya patient navigator. Jadi masih sebatas memberitahu apa sih step-step-nya,” ujarnya.







