Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Pembajakan kapal tanker MT Honour 25 oleh perompak Somalia yang melibatkan Kapten Ashari Samadikun dan tiga anak buah kapal (ABK) asal Indonesia berakhir dramatis. Setelah lima bulan disandera, keempatnya tiba di Tanah Air dengan selamat.

Meski operasi penyelamatan berhasil membebaskan awak kapal, insiden penyerbuan oleh Pasukan Kepolisian Maritim Puntland (PMPF) Somalia diwarnai dengan peristiwa tragis.

Kelompok perompak mengeksekusi lima sandera sebelum tim penyelamat berhasil menguasai seluruh bagian kapal.

| Baca Juga: Kisah Leo/Daniel: Dari The Babies hingga Dua Medali Emas Bulu Tangkis Asian Games 2026

Ashari selaku kapten MT Honour 25 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga mendiang setibanya ia di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (6/10/2026).

“Saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal,” ucapnya sambil terisak.

Ia mengaku menyesal dan merasa gagal karena tak bisa melindungi seluruh anak buahnya.

“Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan keadaan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas pertolongan yang diberikan.

| Baca Juga: Kisah Nyata Film ‘Baby Udon’: Perjalanan Cinta Emosional Bos Marugame Indonesia dengan Seorang Kasir

Kapten Ashari Masih Trauma

Meski telah bebas dan bisa kembali menghubungi keluarga, ayah Kapten Ashari, Syamsuddin Dg Ngawing, mengatakan putranya belum sepenuhnya pulih.

“Anak saya, sudah ambil dia punya HP. Dia sampaikan apa yang ada, tapi dalam kondisi yang masih kacau,” ungkap Syamsuddin, dilansir dari media online, Sabtu (3/10/2026).

1 2

Tags: