Gloria Jessica dan Ade Govinda Tuangkan 11 Cerita Patah Hati dalam Album 'Blue'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Gloria Jessica dan Ade Govinda akhirnya merilis album perdana mereka, 'Blue', pada 2 Oktober 2026. Album tersebut berisi 11 lagu yang mengangkat berbagai cerita tentang hubungan, mulai dari pengkhianatan, kehilangan, penantian, hingga usaha untuk menerima perpisahan.
Kehadiran album Blue menjadi akhir dari proses kolaborasi yang telah dimulai sejak 2018. Saat itu, Ade Govinda mengajak Gloria Jessica untuk menyanyikan salah satu karyanya. Namun, kerja sama tersebut kemudian berkembang menjadi proyek album setelah Ade merasa karakter vokal Gloria sesuai dengan lagu-lagu yang dibuatnya.
“Aku belajar banyak dari Kak Ade, bukan cuma sebagai kolaborator atau musisi, tapi juga tentang kehidupan, perjuangan, dan karier,” ujar Gloria Jessica.
Sebelas lagu dalam album ini memiliki cerita yang berbeda. “Terbelah Jadi Dua” membahas pengkhianatan, “Timpang” tentang kehilangan, sementara “Dominasi” mengangkat hubungan yang terlalu dikendalikan salah satu pihak.
| Baca Juga: Kaleb J Rilis 'Tanda Cinta', Lagu tentang Janji Memilih Seseorang Selamanya
Ada pula “Baik-Baik” yang bercerita tentang perpisahan tanpa dendam, “Jika Bertemu Lebih Cepat” mengenai perasaan kepada seseorang yang tidak bisa dimiliki, serta “Kepastian” tentang seseorang yang lelah menunggu hubungan tanpa kejelasan.
Album ini juga memuat “Jika Kau Bukan Cinta”, “Tanpa Batas Waktu”, dan “Lebih Hati-Hati”. “Dominasi” kemudian hadir kembali dalam versi akustik, sedangkan album ditutup dengan “Blue.” yang menjadi satu-satunya lagu tanpa lirik.
Ade Govinda menyebut keseluruhan album tersebut sebagai kumpulan lagu patah hati dengan pendekatan cerita yang beragam.
“Album ini berisi 11 lagu patah hati dengan pendekatan yang berbeda-beda. Aku mengajak semua pendengar untuk menyimak seluruh lagunya. Menurutku, ini akan menjadi album tergalau sepanjang masa,” kata Ade Govinda.
| Baca Juga: Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Bicara soal Hidup Secukupnya Lewat 'Juara Dua'
Salah satu lagu yang lebih dulu dikenal publik adalah “Terbelah Jadi Dua”. Lagu tersebut telah mencatat lebih dari 21 juta pemutaran di Spotify dan menempati posisi ke-23 Top 50 Indonesia. Video musik dan video liriknya di YouTube juga telah ditonton hampir 9 juta kali.
Sementara di YouTube Music, “Terbelah Jadi Dua” telah diputar lebih dari 19 juta kali. Lagu tersebut juga digunakan dalam lebih dari 8 juta konten TikTok.
Selain “Terbelah Jadi Dua”, “Tanpa Batas Waktu” juga dirilis sebelum album “Blue.” hadir. Keduanya menjadi bagian dari pengenalan proyek musik Gloria dan Ade sebelum seluruh materi album dirilis.
Bersamaan dengan peluncuran album, Gloria dan Ade juga merilis video musik “Timpang”. Video tersebut menampilkan Dinda Kirana dan Theo Supple sebagai pasangan suami istri yang menghadapi persoalan kehilangan dan penyesalan.
| Baca Juga: Siap Gelar Konser 'Aku Kembali', Syahrini Ajak Penggemar Gabung Kader PII
Video musik “Timpang” disutradarai Bagoes Tresna dan tayang pada 2 Oktober 2026 melalui kanal YouTube Ade Nurulianto.
Menurut Gloria, “Timpang” memiliki makna yang lebih luas dari kisah kehilangan pasangan. Lagu tersebut juga mengingatkannya pada kehilangan orang-orang terdekat dalam kehidupan.
“Lagu ini bukan cuma tentang kehilangan pasangan, tapi juga kehilangan siapa pun yang kita sayangi, seperti orang tua,” tutur Gloria.
Pemilihan judul “Blue.” merujuk pada ungkapan feeling blue yang menggambarkan perasaan sedih dan murung. Tema tersebut kemudian menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh materi album.
| Baca Juga: Gilang Ramadhan Jelajahi Ribuan Ritme Musik Nusantara Dari Aceh hingga Papua
Bagi Gloria, album ini juga memiliki arti personal. Ia kehilangan ibunya menjelang “Blue.” dirilis. Kondisi tersebut membuat proses perilisan album menjadi pengalaman yang bercampur antara kesedihan dan rasa syukur.
“Album ini hadir layaknya sebuah berkat, meskipun dibalut kesedihan,” ungkap Gloria.
Dari sisi produksi, Ade dan Gloria menggarap materi album dengan perhatian pada detail audio. Proses mixing dilakukan melalui sejumlah revisi untuk memastikan setiap bagian musik dan vokal terdengar jelas.
Ade juga memilih “Dominasi” sebagai salah satu lagu yang paling ia sukai. Lagu tersebut bercerita tentang seseorang yang terlalu lama mengikuti keinginan pasangannya hingga akhirnya berani menyampaikan apa yang dirasakan.
| Baca Juga: Drama Bagasi Juicy Luicy Berakhir, Fee Dikembalikan dan Kedua Pihak Berdamai
“Dominasi” dibuat dalam dua versi. Selain versi utama, lagu tersebut hadir dalam format akustik yang memberikan pendekatan lebih sederhana terhadap cerita yang sama.
Sementara itu, “Blue.” menjadi penutup album dengan konsep yang berbeda. Lagu berdurasi hampir delapan menit tersebut tidak menggunakan lirik dan mengandalkan permainan gitar, drum, serta bass.
Lagu itu mempertemukan Gloria Jessica dan Ade Govinda dengan Mads Wegner, gitaris Mew. Jonas Bjerre, mantan vokalis Mew, juga terlibat sebagai recording engineer.
Ade mengatakan lagu penutup tersebut dibuat tanpa terlalu mempertimbangkan aspek komersial. Setelah sepuluh lagu sebelumnya menyampaikan berbagai cerita melalui lirik, “Blue.” memberikan ruang bagi pendengar untuk mengartikan perasaan yang muncul melalui musik.
Melalui album ini, Gloria berharap lagu-lagu yang mereka hadirkan dapat menemani pendengar dalam berbagai situasi. “Semua orang layak mencintai dan dicintai sepenuhnya, dan semua orang layak bahagia seutuhnya,” kata Gloria. (*)







