Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Bicara soal Hidup Secukupnya Lewat 'Juara Dua'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Keinginan untuk tidak terus mengejar posisi teratas menjadi gagasan utama dalam lagu “Juara Dua” yang mempertemukan Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus.
Lagu tersebut menjadi rilisan keempat dalam EP Garis Tegak. “Juara Dua” mengangkat pilihan untuk menjalani hidup dengan ritme yang lebih sesuai dengan kemampuan diri, tanpa harus terus membandingkan pencapaian dengan orang lain.
Bagi Ari Lesmana, gagasan itu berangkat dari pengalaman menjalani aktivitas dengan tempo yang cepat. Kondisi tersebut kemudian membuatnya mempertanyakan kembali tujuan yang ingin dicapai.
“Gak perlu validasi juga, gak perlu apa-apa gitu,” ujar Ari.
| Baca Juga: 18 Tahun Bersama, Ifan Hadari Resmi Mundur dari Vokalis Govinda
Pemikiran serupa juga dirasakan White Chorus ketika melihat kebiasaan di industri musik yang membuat sebagian musisi terburu-buru menghasilkan dan merilis karya. Menurut mereka, memiliki target tetap penting, tetapi pencapaian tersebut tidak harus dijadikan perlombaan dengan orang lain.
“Kita tuh gak lomba sama orang lain,” kata Emir Mahendra dan Clara Friska dari White Chorus.
Pertemuan ketiga pihak itu kemudian berkembang menjadi materi lagu. White Chorus sebelumnya memiliki sejumlah stok beat yang bisa dikembangkan. Dari enam pilihan yang mereka bawa, draft keenam akhirnya dipilih meski materi awalnya hanya terdiri dari beberapa bar, drum break, dan gitar akustik.
Draft tersebut sempat disimpan karena tidak sesuai dengan konsep EP yang saat itu diarahkan ke musik elektronik dengan karakter lebih menghentak. Namun, Ari justru tertarik dengan nada dan karakter mentah dari materi tersebut.
| Baca Juga: Dituding Tidak Dukung Palestina, Zayn Malik Bungkam Kritikan Lewat Unggahan Lawas
Setelah mendengarkan beberapa pilihan secara berulang, mereka akhirnya sepakat mengembangkan draft keenam menjadi lagu. Proses tersebut kemudian membuat materi awal mengalami sejumlah perubahan, termasuk hadirnya bagian yang lebih tenang dengan gitar akustik serta perubahan nada di tengah pola musik yang sebelumnya repetitif.
Menurut Emir, karakter drum break tetap menjadi bagian penting dalam lagu tersebut. Sampel drum dari versi awal kemudian dikembangkan menggunakan permainan drum yang direkam ulang.
Lafa mengerjakan pengembangan lagu melalui dua pertemuan utama. Pertemuan pertama digunakan untuk membahas musik dan melodi dengan bertukar referensi. Setelah itu, pengembangan lirik dilakukan berdasarkan potongan percakapan yang sebelumnya dicatat Lafa di aplikasi catatan.
Dalam proses tersebut, Lafa berperan sebagai penggagas sekaligus penghubung berbagai ide yang dibawa masing-masing kolaborator. Ruang yang diberikan kepada setiap pihak juga memengaruhi aransemen vokal.
| Baca Juga: no na Raih Nominasi UK Music Video Awards 2026 lewat Koreografi 'Work'
Setelah mendengar rekaman Friska yang dibuat lebih dulu, Ari memilih mengambil bagian vokal dengan register lebih rendah. Keduanya kemudian berbagi ruang dalam pengisian suara utama maupun suara kedua.
Bagi Lafa, pertemuan karakter ketiga pihak tersebut menjadi bagian penting dari terbentuknya “Juara Dua”. Lagu ini tidak dibuat untuk mengikuti urutan emosi tertentu dalam rangkaian EP Garis Tegak. Maknanya pun diserahkan kepada pendengar.
Ari sendiri melihat pilihan menjadi “Juara Dua” sebagai sesuatu yang tidak perlu dipermasalahkan selama pilihan tersebut membuat seseorang bisa menjalani hidup dengan lebih nyaman.
“Seperlunya, secukupnya itu sih,” tutup Ari. (*)







