Taskya Namya, Wavi Zihan, Hingga Yusuf Mahardika, Alami Teror Nyata Saat Syuting 'Rambut Sewu'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Para pemeran film horor terbaru Taskya Namya, Wavi Zihan, dan Yusuf Mahardika, membagikan pengalaman mencekam selama proses syuting Rambut Sewu: Satu Langkah Getih.
Tak sekadar berakting, ketiganya mengaku merasakan ketakutan nyata hingga kelelahan fisik yang ekstrem saat melakoni adegan-adegan mistis di lokasi pengambilan gambar.
Film yang mengisahkan teror supranatural akibat perjanjian masa lalu keluarga terdahulu ini rupanya menyisakan cerita intens bagi para pemainnya, mulai dari adegan kesurupan banyak entitas sekaligus hingga rasa takut yang benar-benar nyata.
Yusuf Mahardika Rasakan Ketakutan Asli di Kebun Teh
Bagi Yusuf Mahardika yang memerankan karakter Damar—seorang jurnalis majalah misteri—film ini menjadi pengalaman perdananya berhadapan langsung secara intens dengan sosok gaib dalam film horor. Ia bahkan mengakui rasa takut yang terpancar di kamera bukanlah rekayasa semata.
| Baca Juga: Nandhi Narendra Turunkan BB 7 Kg, Pakai Kostum Seberat 10 Kg di Film ‘Rambut Sewu’
"Bisa dibilang ini horor pertamaku yang benar-benar karakternya mencari kisah seram dan berhadapan langsung (face-to-face) dengan entitas supranatural," ujar Yusuf Mahardika saat ditemui awak media.
Yusuf menceritakan salah satu momen paling menakutkan terjadi saat melakoni adegan berdua dengan Wavi Zihan di tengah perkebunan teh di kawasan Wonosobo, Jawa Tengah. Akting Wavi dinilai sangat meyakinkan hingga membuatnya bergidik ngeri.
"Sutradara bilang ekspresi takutnya kelihatan natural. Ya memang aslinya aku takut betulan saat itu," tambah Yusuf sembari tertawa.
Wavi Zihan Dirasuki Tiga Entitas Sekaligus Saat Berpuasa
Tantangan fisik terberat dirasakan oleh Wavi Zihan yang memerankan tokoh Sundari. Dalam film ini, karakternya digambarkan sangat rentan dirasuki oleh berbagai makhluk tak kasat mata. Demi adegan tersebut, Wavi harus melakukan riset khusus bersama acting coach untuk menirukan gerakan hewan-hewan melata.
| Baca Juga: Andovi da Lopez Dalami Buku Machiavelli dan Kant demi Peran di Film 'Bapak Paling Jujur'
Tak tanggung-tanggung, Wavi harus melakoni adegan kesurupan tiga entitas sekaligus di tengah kondisi tubuh yang sedang berpuasa di bulan Ramadhan.
"Sebelumnya pernah melakoni adegan kesurupan, tapi kalau dirasuki sampai tiga entitas sekaligus baru di film ini. Capek banget rasanya, apalagi waktu itu proses syutingnya bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan, rasanya haus sekali," ungkap Wavi Zihan.
Wavi juga menambahkan bahwa selama adegan berlangsung, ia menggunakan lensa kontak khusus yang menghalangi pandangannya, sehingga keterkejutan dan ketegangan di lokasi syuting terasa semakin nyata.
Karakter Marni: Penuh Luka dan Demi Lindungi Keluarga
Sementara itu, aktris Taskya Namya yang memerankan sosok Marni menyebut film Rambut Sewu memiliki kedalaman cerita yang berbeda dibanding film horor pada umumnya. Tak hanya mengandalkan kejutan (jumpscare), film ini menonjolkan motif emosional dan latar belakang kepedihan seorang kakak yang rela berkorban.
| Baca Juga: Taskya Namya Ungkap Sisi Emosional Jadi Perempuan Tertindas di Film Rambut Sewu
"Apa yang dilakukan oleh Marni adalah hal yang juga akan dilakukan oleh banyak orang demi keluarga. Di mana aku akan membela keluargaku apa pun yang terjadi. Mau keluargaku dihina, dicaci, atau direndahkan, aku akan pasang badan untuk mereka," tegas Taskya Namya.
Taskya menambahkan, ia mengeksplorasi karakter Marni sebagai sosok yang memiliki keterbatasan fisik pada kakinya, sehingga menciptakan karakter yang insecure dan tertutup dari dunia luar.
Karena Marni memiliki kekurangan fisik di kakinya yang membuatnya pincang atau cacat, ia menggambarkan sebagai sosok yang sangat insecure, sulit berkomunikasi dengan dunia luar, dan tidak terbiasa bersosialisasi dengan orang banyak.
"Tidak ada permintaan yang kaku. Sutradara sangat membebaskan kami para aktor untuk mengeksplorasi dan membentuk karakter masing-masing," sambung Tasyka.
Diangkat dari Mitos Jawa dan Filosofi Rambut Sewu
Film Rambut Sewu Satu Langkah Getih diangkat dari cerita nyata yang berlatar mitos Jawa.
Produser film, M. Zakir Rasyidin, mengatakan cerita Rambut Sewu tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga menyimpan makna tentang kekuatan dan pilihan hidup serta memiliki filosofi tersendiri. Satu helai rambut mungkin mudah rapuh, tetapi ketika ribuan helai rambut bersatu, kekuatannya menjadi berbeda.
“Kenapa sih Rambut Sewu? Karena kalau satu helai rambut itu rapuh, tapi kalau 1.000 rambut atau rambut sewu, dia akan memiliki kekuatan. Dia bisa mengikat, bisa menyeret orang,” ujar Zakir.
Sementara itu, Satu Langkah Getih menggambarkan konsekuensi dari sebuah keputusan. Menurut Zakir, satu pilihan yang salah dapat membawa seseorang ke dalam situasi yang sulit dan berbahaya.
“Satu langkah getih adalah suatu pilihan atau keputusan yang salah bisa menjerat orang dalam keberlangsungan hidup yang mematikan. Jadi jangan salah memilih langkah. Karena ketika salah memilih, maka itu akan menjerumuskan,” katanya.
| Baca Juga: Film Dewi Siluman Ular: Pesugihan dan Pernikahan Gaib Jadi Awal Munculnya Teror
Disutradarai oleh Hanny R. Saputra, film yang akan tayang 5 November 2026 ini, menceritakan Wulan (Wavi Zihan) yang harus pindah ke sebuah rumah tua bersama ibunya, Ratih ( Ruth Marini), setelah sang ibu mendapatkan pekerjaan baru di sebuah pabrik. (*)







