Ada Parodi Politik di 'Bapak Paling Jujur', Fajar Nugros Bawa Isu Kejujuran ke Layar Lebar
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleMeski menggunakan politik sebagai latar, Bapak Paling Jujur tidak semata-mata menjadi film tentang kampanye atau politik.
Kekuatan ceritanya justru terletak pada situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: kebutuhan manusia untuk menyaring perkataan demi menjaga hubungan dan keadaan.
Fajar mengakui proses produksi film ini juga menghadirkan kekhawatiran tersendiri karena cerita berusaha memotret realitas yang berkembang di media sosial dan internet.
"Kita bikin ini juga deg-degan karena kita membuat film ini secara jujur: apa yang ada di sosial media dan apa yang ada di internet. Hopefully kita tidak berusaha menyinggung salah satu pihak," tuturnya.
Dengan durasi 103 menit, film ini mengandalkan kekacauan yang dialami Jonas sebagai sumber komedi sekaligus pintu masuk menuju pertanyaan yang lebih serius: apakah mengatakan semua yang ada di pikiran selalu berarti jujur?
Bukan Sekadar Menghibur
Kehadiran Andovi da Lopez sebagai Jonas menjadi pusat cerita, sementara sejumlah pemain seperti Claresta Taufan, Benidictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends hingga Jeremy Teti turut memperkuat jajaran pemain.
Pada akhirnya, Bapak Paling Jujur memiliki daya tarik bukan karena menawarkan gagasan yang sepenuhnya baru, melainkan karena membawa premis tersebut ke situasi dan konteks yang dekat dengan penonton Indonesia.
Fajar berharap film ini tidak berhenti sebagai tontonan komedi, tetapi juga meninggalkan refleksi bagi penonton.
Bapak Paling Jujur dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
"Hopefully ini jadi pembelajaran, nggak sekadar hiburan saja. Sekarang orang mungkin sedang berhitung apa yang bisa menggerakkan mereka ke bioskop, ya harapan akan kejujuran itu. Semoga setelah selesai menonton, mereka bisa jujur pada diri sendiri," tutupnya. (*)







