Endy Arfian Langgar Pantangan di 'Hungry Ghost Festival', Ungkap Ketakutan Saat Syuting
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Mengetahui dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang membesarkannya membuat kehidupan Raka mendadak berantakan. Kecewa dan merasa dikhianati, ia memilih mencari asal-usulnya. Namun, perjalanan itu justru membawanya berhadapan dengan teror arwah.
Pergulatan inilah yang dihadapi Endy Arfian sebagai Raka dalam film Hungry Ghost Festival. Diproduksi MVP Pictures serta ditulis dan disutradarai Imam Darto, film tersebut memadukan komedi, drama keluarga, persahabatan, dan horor berlatar tradisi Tionghoa-Indonesia.
Saat mengunjungi kantor Vivia Media pada Selasa (6/10/2026), Endy bercerita bahwa daya tarik perannya terletak pada perubahan emosi Raka. Ia harus menghidupkan seorang pemuda yang mendadak meragukan segala hal tentang dirinya, bahkan nama yang selama ini ia kenal.
“Jadi ini ada proses pencarian jati diri juga, ada emotional journey-nya juga, ada kisah friendship-nya juga kuat,” ujar Endy.
| Baca Juga: Taskya Namya, Wavi Zihan, Hingga Yusuf Mahardika, Alami Teror Nyata Saat Syuting 'Rambut Sewu'
Dalam Hungry Ghost Festival, Raka merupakan anak angkat tanpa identitas legal. Keinginannya menemukan orang tua kandung membawa ia pergi ke Semarang bersama dua sahabatnya, Tintin yang diperankan Aci Resti dan Bobi yang dimainkan Fajar Nugra.
Ketiganya tiba di tengah perayaan festival hantu lapar tanpa memahami aturan dan pantangan yang berlaku. Ketidaktahuan mereka kemudian menjadi awal rentetan masalah.
Mulai dari memakan makanan persembahan untuk arwah, membuat kegaduhan pada malam hari dengan petasan, hingga menduduki kursi yang seharusnya dibiarkan kosong saat pertunjukan ritual. “Seharusnya itu untuk arwah, disiapkan khusus untuk arwah tapi dia duduk di situ. Nah, akhirnya karena kita enggak tahu, kita dihantui oleh arwah-arwah,” tutur Endy.
Perjalanan mencari keluarga pun berubah menjadi usaha menghadapi gangguan supranatural. Di tengah kekacauan tersebut, Raka tetap berusaha menemukan jawaban tentang siapa dirinya sebenarnya.
| Baca Juga: Bandung Jadi Tuan Rumah Festival Sinema Dunia, BWC Digelar November
Bersama Bella yang diperankan Sarah Beatrix dan Bo Kiat yang dimainkan Augie Fantinus, mereka harus mencari cara menghentikan teror sebelum gerbang antara dunia manusia dan arwah kembali tertutup.
Awalnya Mengira Hanya Fiksi
Ada pengalaman menarik ketika Endy pertama kali mengenal proyek ini. Melihat judulnya, ia sempat mengira Hungry Ghost Festival merupakan festival rekaan untuk kebutuhan cerita.
“Aku kira ini cuma fiksi atau pembuatannya sutradara kita, Mas Imam Darto. Ternyata setelah aku diceritain, aku jadi tahu nih kalau ternyata Hungry Ghost Festival ini beneran ada,” ungkapnya.
Penjelasan tersebut membuat Endy semakin tertarik mempelajari budaya dan tradisi yang menjadi latar film.
Menurut Endy, perayaan itu masih dijalankan oleh komunitas di sejumlah daerah Indonesia, termasuk Semarang, Singkawang, dan Bangka Belitung. Dalam penuturannya, festival hantu lapar menjadi bagian dari rangkaian bulan hantu pada bulan ketujuh kalender Tionghoa.
Bagi Endy, kesempatan mengenal tradisi tersebut memberi pengalaman tersendiri. Terlebih, kisah Raka juga menawarkan ruang untuk mengeksplorasi konflik keluarga dan persahabatan.
“Karakter yang aku peranin di sini itu juga sangat menarik untuk diolah,” katanya.
Meski banyak menghadirkan komedi dan drama, Endy memastikan unsur horor dalam film ini tetap terasa. Bahkan, ia mengaku benar-benar takut ketika harus beradegan bersama sosok hantu di lokasi syuting.
| Baca Juga: 'Pulang Kampung' Rilis Trailer, Film Musikal Batak Tentang Cinta dan Budaya Berlatar Danau Toba
“Menurutku, walaupun horornya tidak sebanyak komedi dan dramanya, tapi jujur serem,” ujar Endy.
Rasa takut itu muncul karena penampilan sosok hantu yang dibuat tim tata rias efek. Mengetahui dirinya sedang berada di lokasi syuting rupanya tidak serta-merta membuat Endy bisa bersikap santai.
“Ketika kita syuting, aku tahu itu sosoknya serem banget karena aku beneran takut pada saat syuting,” lanjutnya.
Ia pun mengapresiasi kerja tim yang berhasil menghadirkan sosok menyeramkan tersebut. Bagi Endy, ketakutannya saat beradegan menjadi tanda bahwa penampilan hantunya berhasil memberi kesan kuat. (*)







