Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Konsepnya digadang-gadang sebagai festival bergaya 'Coachella versi Korea' yang menggabungkan konser, penghargaan penggemar, serta program budaya. 'FANOMENON' dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Keempat agensi tersebut dituding mendapat perlakuan khusus karena membentuk perusahaan patungan untuk menjalankan proyek tanpa proses lelang publik seperti proyek pemerintah pada umumnya.

| Baca Juga: Sikap Manis Sho Kasamatsu ke Roh Jeong Eui di BIFF 2026 Bikin Baper!

Park membantah anggapan tersebut. Menurutnya, jika para artis dari empat agensi menggelar konser masing-masing, mereka justru bisa memperoleh pendapatan dua hingga tiga kali lebih besar.

"Kalau kami tidak menggelar 'FANOMENON' dan memilih tampil secara terpisah, kami bisa mendapatkan dua atau tiga kali lipat keuntungan," kata Park dalam sidang audit, Rabu (7/10/2026).

Nama 'FANOMENON' Didaftarkan JYP?

Hal lain yang turut menjadi perbincangan adalah hak merek 'FANOMENON'. JYP diketahui lebih dulu mengajukan pendaftaran merek tersebut di sejumlah negara atas nama agensinya.

Park mengakui langkah itu bukan prosedur yang normal. Namun, ia beralasan JYP khawatir ada pihak lain yang lebih dulu mengambil nama tersebut.

| Baca Juga: Gegara Unggahan Instagram, Suga BTS Dirumorkan Pacaran dengan Aktris Go Ara

"Tidak ada kemungkinan hak merek itu akan tetap berada di JYP Entertainment," tegasnya.

Park Jin Young mengatakan hak tersebut nantinya akan dialihkan kepada entitas yang secara resmi mengelola proyek. Ia juga membantah ada keuntungan pribadi atau keuntungan khusus bagi JYP dari pendaftaran tersebut. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: