Keterlibatan JYP di 'FANOMENON' Disorot, Park Jin Young Terima Tunjangan Pemerintah Rp26 Juta
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Park Jin Young, founder JYP Entertainment, menjadi sorotan setelah menerima tunjangan pemerintah Korea Selatan sekitar 2 juta won atau Rp26 juta per bulan.
Tunjangan tersebut diberikan karena ia menjabat sebagai co-chair Komite Pertukaran Budaya Populer Korea yang terlibat dalam proyek festival K-pop 'FANOMENON'.
Padahal, Park sebelumnya menyebut dirinya bekerja tanpa bayaran untuk posisi tersebut. Persoalan ini kemudian dibahas dalam audit parlemen Korea Selatan pada Rabu (7/10/2026).
Tak hanya soal tunjangan, keterlibatan JYP Entertainment dalam 'FANOMENON' juga dipertanyakan karena agensi tersebut lebih dulu mendaftarkan hak merek festival di sejumlah negara.
| Baca Juga: Bandingkan dengan Son Heung Min, Choi Siwon Sentil Pemain Timnas Korsel soal Isu Bebas Wamil
Park Jin Young Mengaku Tak Tahu Ada Tunjangan
Sebelum menghadiri audit, Park membahas kontroversi tersebut dalam program SBS Radio 'Kim Tae-hyun’s Political Show' pada Selasa (6/10/2026).
Ia mengatakan tidak mengetahui bahwa dirinya menerima tunjangan sekitar 2 juta won setiap bulan.
Park bahkan menyatakan lebih memilih mengembalikan uang tersebut karena sejak awal menyebut posisinya sebagai pekerjaan tanpa bayaran.
"Kalau saya mengatakan akan bekerja tanpa bayaran, saya seharusnya tidak mengambilnya," ujar Park, dikutip Korea JoongAng Daily, Selasa (6/10/2026).
| Baca Juga: Akui Pernah Pacaran 6 Tahun, Yoo Seung Ho dan Im Se Joo Sudah Putus
Data pemerintah yang diungkap anggota parlemen Bae Hyun Jin menunjukkan Park juga mendapat biaya perjalanan dinas, kartu pengeluaran resmi, hingga dukungan staf.
Audit Juga Menyoroti 'FANOMENON'
Fokus lain dalam audit adalah 'FANOMENON', proyek festival budaya K-pop yang digagas bersama pemerintah Korea Selatan dan empat agensi besar, yakni JYP Entertainment, HYBE, SM Entertainment, dan YG Entertainment.
Konsepnya digadang-gadang sebagai festival bergaya 'Coachella versi Korea' yang menggabungkan konser, penghargaan penggemar, serta program budaya. 'FANOMENON' dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
Keempat agensi tersebut dituding mendapat perlakuan khusus karena membentuk perusahaan patungan untuk menjalankan proyek tanpa proses lelang publik seperti proyek pemerintah pada umumnya.
| Baca Juga: Sikap Manis Sho Kasamatsu ke Roh Jeong Eui di BIFF 2026 Bikin Baper!
Park membantah anggapan tersebut. Menurutnya, jika para artis dari empat agensi menggelar konser masing-masing, mereka justru bisa memperoleh pendapatan dua hingga tiga kali lebih besar.
"Kalau kami tidak menggelar 'FANOMENON' dan memilih tampil secara terpisah, kami bisa mendapatkan dua atau tiga kali lipat keuntungan," kata Park dalam sidang audit, Rabu (7/10/2026).
Nama 'FANOMENON' Didaftarkan JYP?
Hal lain yang turut menjadi perbincangan adalah hak merek 'FANOMENON'. JYP diketahui lebih dulu mengajukan pendaftaran merek tersebut di sejumlah negara atas nama agensinya.
Park mengakui langkah itu bukan prosedur yang normal. Namun, ia beralasan JYP khawatir ada pihak lain yang lebih dulu mengambil nama tersebut.
| Baca Juga: Gegara Unggahan Instagram, Suga BTS Dirumorkan Pacaran dengan Aktris Go Ara
"Tidak ada kemungkinan hak merek itu akan tetap berada di JYP Entertainment," tegasnya.
Park Jin Young mengatakan hak tersebut nantinya akan dialihkan kepada entitas yang secara resmi mengelola proyek. Ia juga membantah ada keuntungan pribadi atau keuntungan khusus bagi JYP dari pendaftaran tersebut. (*)







