Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Sebuah karya seni tidak selalu bermula dari sesuatu yang indah. Gagasan bisa muncul dari persoalan yang mengganggu pikiran, pengalaman yang terus membekas, atau sesuatu yang setiap hari terlihat tetapi jarang diperhatikan.

Ketika pengalaman tersebut diolah melalui medium dan bahasa visual, benda-benda yang semula dianggap biasa dapat memiliki arti berbeda. Debu semen, misalnya, tidak lagi sekadar sisa produksi. Mesin jahit pun dapat berbicara tentang perubahan kehidupan seseorang.

Dua gagasan itu hadir dalam karya Muhammad Ragib Noer Khasyi dan Veronica Liana. Keduanya sama-sama meraih Grand Prize dalam MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026, tetapi berangkat dari pengalaman yang berbeda.

Ragib mengolah sisa debu semen yang menempel pada rompi pekerja pabrik menjadi bagian dari karya cetak. Sementara Veronica menggunakan kain dan dakron untuk menerjemahkan perubahan praktik berkarya sekaligus perubahan identitas setelah menjadi seorang ibu.

| Baca Juga: Kenangan SBY Diskusi dengan Guruh di Istana Negara, Sama-Sama Menyukai Lukisan Realis

Keduanya memperlihatkan bahwa tema tentang kekuatan dan ketangguhan tidak harus diterjemahkan secara harfiah. Ia dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan pada hal-hal yang selama ini luput dari perhatian.

Ragib, melalui karyanya 'Yang Tersisa Sepulang Kerja (1)', menggunakan kertas dan sisa debu semen yang menempel pada rompi pekerja pabrik sebagai medium.

Mahasiswa Seni Grafis Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu mencetak debu secara manual di atas kertas. Material yang biasanya dipandang sebagai residu produksi justru ditempatkan sebagai elemen utama karya.

Gagasannya muncul dari pengamatan terhadap lingkungan tempat tinggalnya yang berdekatan dengan dua pabrik semen. Ia melihat bagaimana debu tidak hanya berada di lingkungan sekitar, tetapi juga melekat pada tubuh dan pakaian para pekerja.

| Baca Juga: Tepati Janji pada Kai EXO, Atlet Wushu Hong Kong Lydia Sham Raih Medali Emas Asian Games 2026

“Terus aku melihat fenomena teman-teman juga yang bekerja di sana setiap pulang tuh selalu kotor. Nah, ini sisa-sisa (debu) yang aku cetak,” ungkap Ragib.

Dari sana, debu semen berubah menjadi semacam rekaman mengenai kedekatan manusia dengan lingkungan industri. Karya tersebut sekaligus mengajak audiens memikirkan persoalan polusi udara yang perlahan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar kawasan industri.

1 2 3

Tags: